Tampilkan postingan dengan label kisah Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah Bijak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2014

Waktu Yang Tersisa

http://brosuriklanonline.blogspot.com/p/target-penghasilan-100-perhari.html
Suatu hari di sebuah rumah sakit, tampak seorang nenek berumur sekitar 70 tahunan, tiba di rumah sakit dengan tergesa-gesa, segera dia mendaftarkan diri di bagian administrasi rumah sakit sebagai pasien dokter penyakit dalam , dan tidak lama kemudian… si nenek berjalan tertatih membawa kartu pasien dan menghampiri suster yang berada di depan ruang praktek si dokter untuk memberitahu kedatangannya dan memberikan nomer urut antriannya. 

"Suster, sekarang pasien nomer berapa? Giliran saya masih harus menunggu berapa lama untuk ketemu dokter?" Tanya si nenek. "Tunggu saja nek, nanti dipanggil sesuai nomer urut" jawab si suster begitu saja. 

=========================================================================
Simak info menarik lainnya di :


 

Rupanya nenek adalah pasien lama di sana sehingga tanpa banyak bertanya lagi, ia pun menempati bangku, bersama-sama dengan pasien lain menunggu giliran di panggil. Selang beberapa saat, sikapnya terlihat gelisah, sebentar-bentar dia melihat ke jam dinding, mulai mondar-mandir seolah tidak sabar menanti.

Diberanikan diri menghampiri suster dan bertanya dengan was-was karena takut si suster marah. "Masih lama ya sus?" "Ya! Tunggu saja" jawab suster. 

Saat giliran nomer urutnya sudah dekat, tiba-tiba ada panggilan darurat dari rumah sakit karena ada pasien gawat yang harus segera ditanganisang dokter. Bergegas dokter pun pergi meninggalkan ruang prakteknya untuk menolong pasien yang lebih membutuhkannya. Si nenek dengan kesal kembali duduk, kemudian berdiri, lalu mulai berjalan mondar-mandir. 

Kejadian itu memancing reaksi 2 remaja yang juga sedang menunggu di situ, "Si Nenek itu kelihatan gelisah dan tidak sabaran ya. Sudah setua itu memangnya dia punya kesibukan apa kok menunggu aja tidak sabar begitu" Kemudian ditimpali oleh temannya, "Iya tuh, udah berumur setua itu, ngapain sih kok maunya buru-buru. Waktu kan masih panjang, belum juga larut malam". 

Dengan tidak terduga oleh kedua remaja tadi, si nenek menghampiri mereka dan menyapa ramah, "Anak muda, nenek mendengar apa yang kalian bicarakan tentang nenek. Memang nenek kurang sabar menunggu disini tanpa melakukan sesuatu. Justru karena nenek sudah berumur, nenek tidak memiliki banyak waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang belum sempat nenek lakukan. Kesadaran bahwa sisa waktu nenek yang tidak banyak inilah maka nenek tidak sabar menunggu di sini terlalu lama tanpa bisa melakukan apapun. Tentu kalian bisa mengerti kenapa nenek tidak sabar menunggu kan?" 

"Oh, iya.. iya nek. Maafkan kami nek. Kami tidak berpikir panjang tentang waktu yangbegitu berharga seperti kata nenek. Sepantasnya kami yang muda pun harus berpikir tidak boleh menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa-apa seperti ini. Terimakasih nenek telah mengingatkan kepada kami". 

Pembaca yang berbahagia,
Umur manusia tidak ada seorangpun yang bisa mengukur secara tepat, kapan saat kita lahir dan kapan saat kematian tiba. Jika kesadaran tentang nilai waktu, yakni akan sisa waktu yang dimiliki dan mau memanfaatkan dengan benar sesuai dengan peran kita saat ini, dimanapun kita berada, maka saat itulah kehidupan se-nyatanya baru dimulai.

Waktu adalah kekayaan paling berharga yang dimiliki setiap manusia 

Mari kita manfaatkan waktu dengan optimis dan diarahkan pada sasaran hidup yang menantang, sehingga membuat hidup kita semakin hidup, penuh gairah dan bahagia! 

Salam sukses luar biasa! 

Andrie Wongso



============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Sabtu, 30 Agustus 2014

Selalu Melebihi Harapan

Sebagai seorang wirausaha pada zaman ini, Anda harus berusaha jauh lebih keras daripada yang diharapkan untuk dapat menjalankan bisnis yang berhasil dan meraih kekayaan! Dahulu, tingkat persaingan ekonomi jauh lebih rendah. Ketika itu, jika perusahaan bekerja di bawah harapan para konsumennya, mereka harus berjuang untuk bisa kembali modal, atau impas. Apabila mampu memenuhi harapan para konsumen, perusahaan akan mendapat keuntungan yang baik. Seandainya perusahaan tersebut melebihi harapan konsumennya, mereka akan menjadi pemimpin pasar dan akan memperoleh keuntungan yang amat besar!

Mengapa lebih dari 90% bisnis dewasa ini menemui kegagalan? Hal disebabkan pasar yang jauh semakin kompetitif. Apabila Anda membuka sebuah gerai ritel, Anda akan bersaing dengan ratusan bisnis sejenis lain, secara lokal maupun internasional! Saat ini, kinerja Anda di bawah harapan konsumen, mereka tak akan pernah kembali lagi dan bisnis Anda akan hancur! Kini, apabila kinerja Anda hanya cukup untuk memenuhi harapan para pelanggan, Anda masih perlu berjuang keras untuk bisa bertahan! Mengapa?

Sebab, ratusan bisnis lainnya juga dapat memenuhi harapan klien-klien Anda dan beberapa dari mereka melakukannya dengan biaya hanya setengah dari pengeluaran Anda. Fakta menunjukkan Anda akan banyak bersaing harga sepanjang waktu dan akan mendapatkan untung begitu sedikit sehingga hampir tidak berguna bagi Anda. Dalam kondisi pasar dewasa ini, apabila mampu melebihi harapan klien, Anda hanya akan mendapatkan labat seadanya karena banyak perusahaan lain telah melakukan hal yang terbaik untuk menambahkan nilai lebih kepada para kliennya.

Jadi, bagaimana Anda dapat memperoleh laba besar dan menjadi miliuner dalam dunia bisnis dewasa ini? Jawabannya ialah Anda harus mampu melampaui harapan klien-klien. Anda harus memberikan mereka sebuah pengalaman yang tak terlupakan yang membuat mereka berbisnis dengan Anda dan menceritakannya kepada teman-temannya. Anda harus menetapkan standar yang tinggi sehingga klien tak akan berpaling ke orang lain untuk mendapatkan barang tertentu. Ketika kinerja Anda jauh melampaui harapan klien, Anda akan dapat mengenakan harga tinggi dan memperoleh laba yang amat besar. ini adalah rahasia kesuksesan dalam semua bisnis.

by Adam Khoo

============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Rabu, 27 Agustus 2014

KISAH ABU NAWAS MENGAWAL KOTORAN RAJA.

http://brosuriklanonline.blogspot.com/p/target-penghasilan-100-perhari.html

Demi Tata Krama Kepada Raja Konon di Zaman Raja Harun Al Rasyid dulu tidak ada yang namanya WC, yang ada cuma sungai atau kali untuk buang hajat. Suatu ketika sang raja merasa perutnya sedang sakit, dan sudah tidak bisa lagi untuk diajak kompromi. Seketika itu juga raja meminta para pengawal untuk mendampinginya ke sungai demi menuntaskan hajatnya.

Kebetulan sungai disitu mengalir ke arah selatan. Dan Sudah masyhur di kalangan masyarakat , jika sang raja sedang buag hajat di sungai, maka rakyat dilarang keras berak di sebelah utaranya raja, karena di khawatirkan kotoran tersebut akan mengalir ke arah selatan dan mengenai badan sang raja. Dan kalau ada yang melanggar, maka akan mendapatkan hukuman berat dari sang raja.

Namun kali ini, peraturan tersebut tidak di indahkan oleh sang tokoh kocak Abu Nawas, Abu Nawas dengan santainya juga ikut berak di sebelah utara agak jauh dari posisi sang raja, sehingga sang raja tidak melihatnya. Disaat asyik buang hajat, tiba – tiba saja ada suatu benda yang menyenggol pantat sang raja, tanpa berpikir panjang, benda tersebut langsung dipegang dan dilihat oleh sang raja, alangkah terkejutnya, ternyata benda tersebut adalah kotoran manusia.

kontan saja hal itu membuat sang raja naik pitam. seketika itu juga raja menyuruh para pengawalnya untuk menelusuri sungai di sebelah utara,dan menangkap orang yang berak . Benar saja, di sebelah utara agak jauh dari posisi sang raja, terlihat sosok abu nawas sedang berak dengan santainya. Saat itu juga para pengawal langsung menangkap dan membawanya ke hadapan raja untuk di hukum.

Ketika di hadapkan pada raja, Abu Nawas memprotes pada raja kenapa dia di tangkap dan akan dihukum.
Raja pun menjawab : ”Apakah kamu tidak tahu wahai Abu Nawas, perbuatanmu itu telah melecehkan privasiku, kamu telah menginjak – injak harga diriku, kamu memang tidak punya tata krama !!! bentak sang raja. “Berani – beraninya kamu berak di sebelah utaraku, sehingga kotoranmu mengenai badanku, selama ini tidak pernah seorangpun dari rakyatku berani melakukan perbuatan sepertimu” wahai Abu Nawas” Tambah sang raja dengan nada sangat kesal. “Kini kamu harus menerima hukuman dariku”

“Maaf, tunggu sebentar wahai raja ” sela Abu nawas. “Ada apa? tanya raja, “kali ini tidak ada lagi ampun bagimu Abu nawas” “Tunggu sebentar, tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskannya. “Saya melakukan itu semua, karena saya sangat menghormati engkau wahai raja” mendegar hal itu, raja harun Al Rasyid langsung sedikit tertegun dengan apa yang disampaikan oleh abu nawas.

“Lho perbuatan seperti itu , kamu bilang malah untuk menghormati aku???” tanya raja dengan ekspresi agak sedikit keheranan. “Ya benar raja ” jawab abu nawas dengan tegasnya. Rajapun semakin keheranan dan penasaran dengan abu nawas. “Baiklah kali ini aku kasih kamu kesempatan untuk menjelaskan alasannya, jika alasanmu tidak masuk akal maka aku tidak segan – segan untuk memperberat hukumanmu.”

“Baiklah raja, begini alasannya. Raja tahu, selama ini jika raja tengah mengadakan perjalanan dengan rakyat atau bersama pengawal , tidak ada satupun dari rakyat atau pengawal raja yang berani mendahului jalannya raja, begitu juga dengan saya, ketika saya ikut rombongan raja , posisi saya ketika berjalan tidak berani mendahului raja, itu saya lakuakan karena saya menjaga tata krama dan sopan santun kepada raja”

“Ya bagus, lha terus apa hubungannya dengan perbuatanmu yang sekarang ini??” tanya raja dengan nada semakin penasaran dengan akal cerdik abu nawas. “Begini raja, saya menghormati engkau tidak setengah – setengah, melainkan saya menghormati engkau dengan sepenuh hati . Ketika saya buang hajat , saya memilih di sebelah utara raja, dan sama sekali , saya tidak berani berak berada di sebelah selatan raja. Hal ini saya lakukan karena saya kuatir, jika saya berak di sebelah selatan raja, maka nanti kotoran saya berlaku tidak sopan kepada kotoran raja, karena sudah berani berjalan mendahuli kotoran raja.

sehingga saya memilih berak di sebelah utara, agar supaya kotoran saya tidak sampai mendahului kotoran raja. Ini semua saya lakuakan tidak lain, hanya demi Tata krama saya kepada kotoran raja. Terus terang wahai baginda, kotoran saya tidak berani mendahului kotoran raja, karena hal itu merupakan perbuatan su’ul adab. Ketika raja berjalan, saya tidak berani mendahului jalan raja, begitu juga ketika kotoran raja mengalir, maka kotoran saya pun tidak berani mendahului kotoran raja.

Ini semua saya lakuakn karena Sopan santun dan tata krama saya yang sepenuh hati kepada raja.” “Malah yang seharusnya diberi hukuman bukan saya wahai raja , melainkan rakyat engkau yang tidak punya tata krama, karena mereka berani berak di sebelah selatanmu, sehingga kotoran mereka mendahului kotoranmu. “ Mendengar penjelasan Abu nawas, raja pun tersennyum. dia tidak jadi marah dan menghukum Abu nawas, tetapi oleh sang raja Abu Nawas malah diberi hadiah karena alasannya masuk akal. Sejak kejadian itu, raja pun menginstruksikan kepada rakyatnya untuk berak di sebelah utara sang raja, demi menjaga kesopanan kepada kotoran sang raja.

Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu
Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar kepada shahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: “tidak mau ruku’ dan sujud dalam shalat.” … Lebih-lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa, … “khalifah yang suka fitnah!” … Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar syariat Islam dengan menebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung, ada seorang pembatunya yang nampaknya biasa-biasa saja (orangnya sangat besahaja) memberi saran, … hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) terlebih dahulu kepada Abu Nawas. Tak berapa lama, … Abu Nawas pun dipanggil dan digeret menghadap Khalifah, … Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” .. tanya Khalifah dengan keras.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, “Benar Saudaraku.”
Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”
Abu Nawas menjawab, … “Benar Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara yang menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menerbarkan fitnah tentang khalifah!”
Abu Nawas tersenyum seraya berkata, … “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya, kabar yang sampai padamu tidak lengkap, … kata-kataku diplintir, … dijagal, … seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, … “Apa maksudmu, jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya!”
Abu Nawas beranjak dari duduknya, dan menjelaskan dengan tenang, … “Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam shalat apa? … Waktu itu, aku menjelaskan tata-cara shalat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”
… “Bagaimana soal aku yang suka fitnah?”, … tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyuman, … “Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat al-Anfal, yang berbunyi “ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian) bagimu.” Sebagai khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka “fitnah” (ujian) itu.” … Mendengar penjelasan Abu Nawas yang juga kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupa-rupanya kedekatan Abu Nawas dengan khalifah Harun al-Rasyid menyulut rasa iri dan dengki di antara pembatu-pembatu khalifah lainnya. Kedekatan hubungan ini nampak ketika Abu Nawas memanggil Khalifah Harun al-Rasyid dengan kata “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan lagi seperti hubungan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutar-balikkan berita.

Perjalanan Abu Nawas dalam Pencarian Allah
Abu Nawas memang sudah terganggu akal fikirannya. Banyak persoalan mengenai mengenal diri masih belum terjawab. Makin banyak dia berusaha makin banyak lagi persoalan yang timbul. Sahabat handai sudah mula berkata-kata yang Abu Nawas kurang siuman.

Namun begitu Abu Nawas tidak mengindahkan mereka. Yang penting dia akan sampai ke matlamatnya yaitu mengenal diri dan Tuhannya. Kini Abu Nawas terus berusaha dan cuba menempatkan dirinya sebagai fakir iaitu orang yang berjalan mencari Tuhan.

Setiap hari dia berbaju putih dari kain yang agak kasar. Mengikat kepala dengan serban putih, berseluar putih dan bahkan segala-galanya putih. Kemana-mana dia berjalan kaki. Dia tahan tidak makan kerana dia beranggapan apabila kurang makan maka dia kan dapat mengawal nafsunya. Nafsu perlu dikawal untuk perjalanan bertemu Tuhan katanya. Setiap orang yang dijumpainya diajaknya senyum. Tingkah lakunya tidak ubah seperti cerita sufi di zaman Andalusia.

“Saya mesti bersih kerana Allah itu juga bersih. Saya juga mesti didalam keadaan berwuduk, sebab Allah adalah Maha Suci. Dan Allah juga Maha Pengasih, sebab itulah aku melihat orang dengan senyuman”.

Melihat tingkah lakunya yang demikian, maka orang-orang yang tidak mengerti sudah menilai Abu Nawas sebagai seorang sufi. Atau setidak-tidaknya orang berkata bahawa dia seorang ahli tasawwuf. Padahal dia baru bertarekat berjalan sendiri tanpa dibimbing oleh seorang Guru Mursyid atau Syeikh, apalagi tidak merujuk kepada Al Qur’an dan Hadith sebagai pegangan utama. Sudah pasti dia akan sesat jalan. Bahkan fikirannya terganggu seperti orang yang kurang siuman.

Didalam perjalanan ini, ada juga orang yang meminum air tongkat gurunya dan bahkan ada yang menginap tujuh hari tujuh malam di makam guru. Itu pun sudah dilakukan oleh Abu Nawas. Abu Nawas sudah semakin jauh dari tujuan asalnya. Namun begitu, Abu Nawas masih tetap pada pendiriannya bahawa menginap di makam para Wali sebagaimana orang lain melakukannya mungkin ada kebenarannya.

Dengan tiba-tiba dia berteriak, “Memang gila !”. Orang-orang yang berada disekelilingnya terperanjat dan melihat kepadanya. “Apanya yang gila Abu ?” Tanya mereka yang sama-sama menginap di makam wali itu. “Cuba kamu lihat ayat ini”, tunjuk Abu Nawas kepada mereka tentang sepotong ayat dari tafsif Al Qur’an yang dipinjamnya dari penjaga kunci makam tersebut.

“Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia dan kami mengetahui apa-apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”. (Qaf, 50:16)

“Jadi kenapa ?”, tanya mereka yang hadir. “Memang kamu semua lembab fikiran ! Kan ayat ini mengatakan bahawa pada setiap umat manusia ada Allah. Pada saya ada Allah, pada kamu juga ada Allah. Bukankah Allah menjadi Maha Banyak. Padahal semua guru mengatakan bahawa Allah itu Maha Esa”.

Mereka semua tercengang dan terdiam. Didalam hati masing-masing mereka berkata betul juga kata orang gila ini. Yang lain-lainnya ada juga berpendapat tidak mungkin Allah itu banyak. Kalau Allah itu banyak, maka Allah akan bergaduh sesama sendiri. Bukankah Nabi Ibrahim pernah bertanya soalan yang sama kepada bapanya. Yang hadir semua berfikir dan ada yang akan bertanya kepada gurunya nanti.

Bagi Abu Nawas bertambah lagi satu penyakit dalam dirinya. Pertanyaan yang tersimpan dan tidak terjawab akan membuatkan seseorang semakin terganggu saraf pemikirannya. Namun begitu yang semakin parah adalah apabila orang awam sudah mula menghormati Abu Nawas sebagai seorang Syeikh. Kata mereka memang orang-orang yang hampir dengan Tuhan tidak boleh difahami dan selalu bersikap eksentrik.

Ketika Abu Nawas asyik termenung memikirkan persoalannya, tiba-tiba dari sebelah kanan datang seseorang berbisik kepada Abu Nawas. “Bermohonlah kepada Allah untuk mendapatkan kemudahan dan bimbingan. Mudah-mudahan nanti seorang Guru akan datang untuk menjawab pertanyaan yang merungsingkan kamu”. Kemudian orang itu terus menghilang.

RENUNGAN:
Ambillah pelajaran yang betul dari perjalanan Abu Nawas ini. Gilaplah cermin diri kita untuk kembali kepada Tuhan.

Salah satu cerita menarik berkenaan dengan Abu Nawas adalah saat menjelang sakaratulmautnya. Konon, sebelum mati ia minta keluarganya mengkafaninya dengan kain bekas yang lusuh. Agar kelak jika Malaikat Munkar dan Nakir datang ke kuburnya, Abu Nawas dapat menolak dan mengatakan. "Tuhan, kedua malaikat itu tidak melihat kain kafan saya yang sudah compang-camping dan lapuk ini. Itu artinya saya penghuni kubur yang sudah lama."

Tentu ini hanyalah sebuah lelucon menurut pandangan orang yang awam tetapi bukanlah sebuah lelucon bagi seorang Wali Allah, dan memang kita selama ini hanya menyelami misteri kehidupan dan perjalanan tohoh sufi yang penuh liku dan sarat hikmah ini dalam lelucon dan tawa

============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA
BB : 2280C72E 
Telp / Hp : 021-781 6369 / 0816 160 5367 / 0815 2363 9145


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Sabtu, 23 Agustus 2014

KISAH ANAK PENGEMIS BUTA

http://brosuriklanonline.blogspot.com/p/target-penghasilan-100-perhari.html

Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. 

Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.” Ada Seorang pria dewasa yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria kaya itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria dewasa itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria dewasa itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata kata motivasi nya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.“

============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA
BB : 2280C72E 
Telp / Hp : 021-781 6369 / 0816 160 5367 / 0815 2363 9145


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Kamis, 21 Agustus 2014

KISAH AIR SUNGAI YANG KOTOR

http://brosuriklanonline.blogspot.com/p/target-penghasilan-100-perhari.html

Suatu kala, seorang pemuda sedang berkelana bersama dengan gurunya ke suatu tempat yang cukup jauh. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu berhari-hari. Karena mereka hanya berjalan kaki, mereka harus beristirahat jika sedang lelah atau mencari tempat menginap jika hari sudah menjelang malam.

Suatu hari, di tengah perjalanan, mereka berhenti untuk beristirahat dan melepas lelah. Mereka saat itu sedang berada di sebuah hutan. Sang guru meminta muridnya untuk mencari air minum.

Pemuda itu kemudian pergi. Setelah mencari ke sana kemari, akhirnya ia berhasil menemukan sebuah sungai yang airnya cukup jernih. Maka ia pun menuju ke sungai tersebut untuk mengambil air minum.

Tapi sayang, ternyata ada beberapa wanita yang sedang mencuci pakaian di sungai tersebut. Tentu saja air sungai tersebut menjadi kotor dan tidak bisa di minum. Dalam hati ia berkata, "Airnya begitu kotor. Bagaimana mungkin saya memberi air ini pada guru?" Pemuda itu pun bergegas kembali menemui gurunya.

Pemuda itu berkata, "Guru, sebenarnya saya sudah menemukan sungai. Sayang, airnya tidak bisa diambil. Ada orang yang mencuci di sana sehingga airnya menjadi kotor."

Gurunya memberitahu pemuda itu, "Oh, begitu ya. Coba tunggu sebentar dan kemudian pergi ke sana lagi."

Tanpa bertanya, pemuda itu menuruti perintah gurunya yang terkenal bijaksana. Setelah beberapa saat, ia kembali ke sungai tersebut. Setelah tiba, ia memang tidak melihat wanita-wanita yang tadi karena mungkin sudah selesai mencuci. Yang ada hanyalah sekumpulan anak-anak yang sedang mandi. Melihat hal ini, ia segera kembali menemui gurunya.

Ia berkata, "Guru. Tadi saya sudah kembali ke sungai itu. Tapi, anak-anak sedang mandi. Sudah pasti airnya tidak bisa diambil untuk minum. Bagaimana baiknya? Apakah kita melanjutkan perjalanan saja dan mencari air di tempat lain?"

Gurunya tersenyum dan menjawab, "Oh, begitu ya. Coba tunggu sebentar dan kemudian pergi ke sana lagi."

Pemuda itu bingung dan bertanya-tanya mengapa gurunya terus memintanya pergi ke sungai itu padahal jelas-jelas ia tidak akan bisa mendapatkan air untuk diminum.

Namun ia turuti juga apa kata gurunya dan setelah beberapa saat, ia kembali ke sungai tersebut.

Sesampainya di sana, ternyata di sungai itu sudah tidak ada orang. Anak-anak sudah selesai mandi. Ia mendekat ke tepi sungai dan melihat air sungai sudah menjadi jernih. Dengan senyum, ia minum air tersebut dan kemudian memasukkan air ke dalam tempat minum.

Pemuda itu segera kembali dan memberitahu gurunya. Ia berkata, "Guru, ternyata setelah saya kembali ke sungai itu, airnya sudah jernih. Jadi, kita bisa mendapat air minum."

Dengan senyum gurunya bertanya, "Airnya menjadi jernih karena air sungai senantiasa mengalir. Airnya mungkin saja kotor, tapi itu hanya sementara. Setelah beberapa saat air akan kembali jernih karena air terus mengalir. Air kotor mengalir jauh dan digantikan air jernih. Semua ini terjadi dengan sendirinya."

Gurunya melanjutkan, "Begitu juga dengan dirimu. Kamu bisa belajar dari air yang mengalir ini. Setiap kali kamu terganggu oleh banyak pikiran yang rumit penuh masalah, biarkan saja mengalir. Sabar dan beri waktu, maka pikiran tersebut akan hilang dan digantikan dengan pikiran yang lebih jernih. Ini akan terjadi dengan sendirinya."

Pemuda itu berkata, "Terima kasih guru telah memberi saya sebuah pelajaran yang amat berharga."

RENUNGAN : .
Sebagai manusia kita selalu tidak terlepas dari berbagai beban dan masalah. Kadang kala masalah yang sedang kita hadapi cukup rumit sehingga membuat pikiran kita seakan-akan mau 'meledak'.

Semakin dipikir, semakin rumit masalah tersebut. Kadang-kadang kita pasti mengalami hal seperti ini. Namun, pikiran yang kusut tidak akan banyak membantu, malah akan semakin memperumit keadaan. Pikiran yang tenang dan jernih akan membuat Anda lebih bijaksana dalam mengambil keputusan maupun solusi atas penyelesaian masalah tersebut.

Ketenangan pikiran tidak sulit diraih jika kita bersedia membiarkan pikiran kita yang sedang kusut untuk pergi menjauh. Relakan pikiran tersebut lenyap. Sama seperti air yang senantiasa mengalir, pikiran kita juga senantiasa mengalir.

Mungkin saat ini, pikiran kita sedang kacau dan tidak bisa berpikir jernih. Beri sedikit waktu untuk menenangkan diri. semua akan mengalir dengan sendirinya. Pikiran yang sedang kacau akan digantikan pikiran yang jernih.

Saat pikiran sudah jernih, mungkin akan timbul ide atau bahkan solusi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dengan munculnya ide atau solusi, masalah kita akan bisa diselesaikan dengan bijaksana.

Ketahuilah juga bahwa masalah selalu datang dan pergi silih berganti layaknya air yang senantiasa mengalir. Hari ini masalah datang, esoknya beres. Esoknya datang masalah baru dan esoknya beres. Semuanya mengalir. Jika pikiran Anda bisa mengalir bebas seperti air, maka seberat apa pun masalah yang muncul, tidak akan berarti apa-apa. Anda sudah tahu masalah akan mengalir jauh digantikan dengan datangnya solusi.


============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA
BB : 2280C72E 
Telp / Hp : 021-781 6369 / 0816 160 5367 / 0815 2363 9145


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Rabu, 20 Agustus 2014

KISAH ANAK INDIGO BERNAMA SAM

http://tinyurl.com/PutriBinary

Sam, salah seorang sahabat baikku saat berkuliah di Perth, Australia mengikuti program pertukaran pelajar selama 3 bulan. Nama lengkapnya Samuel Fernandez, ayahnya orang Spanyol dan ibunya orang Australia. Sam ramah kepada siapa saja dan dia juga punya banyak teman.

Pertama kali kami bertemu ketika dia menawarka...n bantuannya saat aku tersesat di Universitas tersebut. Karena ternyata mengambil kelas yang sama, kami jadi cepat akrab.
Ada rahasia yang ia ceritakan padaku setelah berteman dengannya selama 1 bulan. Ia seorang anak Indigo. Selama ini, ia menyimpan rahasia itu karena tak ingin orang-orang menganggapnya “freak”. Tetapi setelah kuceritakan kisah yang kualami 8 tahun lalu, ia mulai terbuka tentang kekuatannya.

Sejak ia dapat mengingat, Sam sudah bisa melihat makhluk gaib. Hal pertama yang ia ingat adalah kakeknya. Sang kakek telah meninggal puluhan tahun sebelum Sam lahir. Tetapi, Sam kecil mengira kakeknya masih hidup dan selalu bermain dengannya ketika Sam tinggal sendirian di rumah sementara kedua orang tuanya pergi berkerja.

“Kakekku orang yang ramah dan baik. Ia menceritakan banyak kisah zaman perang dunia ketika ia masih menjadi seorang tentara. Kakek selalu melindungiku dari makhluk-makhluk mengerikan. Pernah terjadi ketika seseorang dengan muka hancur dan otak terburai berusaha menyerangku. Kakek menghalaunya dan menembak orang tersebut dengan senapan miliknya yang selalu ia bawa.” Itu adalah salah satu kisah yang diceritakan Sam padaku.
Pertama kali ia mengetahui bahwa kakeknya ternyata telah meninggal adalah ketika ibunya membawa Sam ke kuburan sang kakek. fp beranda mistery. Sejak saat itu, sang kakek yang baik hati tidak pernah menampakkan dirinya lagi di depan Sam.

Hal yang paling membuat dirinya bersyukur memiliki kekuatan itu adalah kejadian saat umurnya masih 12 tahun. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis latihan sepak bola. Sam menunggu bus yang menuju ke arah rumahnya seperti biasa. Akhirnya, sebuah Bus datang dan Sam menaiki bus tersebut.
Tetapi, dirinya sungguh terkejut. Hampir semua orang yang ada di dalam Bus tersebut menderita luka bakar dan ada beberapa yang bahkan sudah tidak bisa dikenali. ‘Apakah semua orang ini adalah hantu?’ pikirnya. Karena perasaannya tidak enak, Sam membatalkan niatnya menaiki bus itu dan menunggu bus lainnya.
Tidak berapa lama, terdengar suara ledakan dari arah bus tersebut melaju pergi. Ternyata, bus yang rencananya akan ditumpangi Sam, menabrak mobil pembawa bensin dan meledak. Hanya 2 orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Keduanya mengalami luka bakar berat dan cacat selamanya.

Itu adalah kemampuan unik Sam. Ia dapat melihat bagaimana kondisi seseorang yang sebentar lagi akan mati. Kemampuannya itu membuatnya bersyukur selamat dari maut sekaligus membuat hatinya sakit karena tidak bisa menolong orang-orang yang telah mendekati ajalnya.

Hari itu adalah hari terdingin pada bulan Desember. Sam dan kedua temannya berencana untuk bermain Ski. Ketika bersiap untuk meluncur dari puncak lembah tertinggi, Sam melihat leher salah satu temannya patah. Belum sempat ia berteriak memperingatinya, temannya meluncur dengan cepat dan kepalanya menghantam batu yang tersembunyi di tumpukan salju dengan keras. Seperti yang Sam lihat sebelumnya, temannya meninggal dengan leher yang patah.

Entah sudah berapa kali ia berusaha memperingati orang-orang yang sudah mendekati ajal mereka. Namun tidak ada satupun yang selamat. Kejadian ia melihat kondisi kematian orang-orang tersebut dengan kejadiannya yang sebenatnya berlangsung begitu cepat. Kekuatan itu hanya bisa ia gunakan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Terkadang ia memohon agar kekuatannya tersebut itu dihapus. Tetapi, dirinya masih hidup hingga sekarang pun berkat kemampuannya itu.

Setelah berteman dengannya beberapa bulan terakhir ini, aku menyadari bahwa senyuman dan sikap Sam hanyalah sebuah topeng. Topeng untuk menyembunyikan hatinya yang rapuh dan terluka. Terkadang, aku melihat Sam duduk menyendiri, termenung dengan kesedihan yang begitu terpancar dari matanya.
Sam, temanku. Seorang anak indigo yang tersiksa akibat kelebihannya. Hatiku masih merasakan sakit mengingat senyum pilunya.

Kini Sam telah tiada. Tidak berapa lama ketika aku pulang ke Indonesia, aku mendengar berita bahwa Sam meninggal dalam kecelakaan Bus. Entah mengapa, aku kembali teringat dengan pengalaman Sam saat umurnya 12 tahun. Mungkin Sam sudah tidak ingin lagi lari dari kematian. Mungkin Sam memang sudah ditakdirkan mati 6 tahun yang lalu. Dengan mencurangi kematian, ia berhasil bertahan hidup hingga ia menjadi lelah dengan kematian yang terus mengejar dirinya.

Hingga saat ini, aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Sam yang memilih kematian. Hanya saja, aku memiliki firasat bahwa ia memang sudah lelah dengan dunia ini. Kata-kata terakhirnya padaku saat mengantarkanku pulang di Bandara masih kuingat hingga saat ini.

“Maybe this is our last meeting. But, I beg you, do not forget about me.”
“Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir kalinya. Tapi, kumohon padamu, jangan lupakan aku.”

RENUNGAN:
Hargailah semua temanMu biarpun dia mempunyai kelebihan atau kejanggalan dalam dirinya, apalagi peringatan yang ia berikan ada baiknya kita dengarkan dan laksanakan yang untuk kebaikan kita juga.
============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Selasa, 19 Agustus 2014

KISAH SIKAP KITA ADALAH PENENTU SEGALANYA

http://tinyurl.com/PutriBinary

Adalah sebuah cerita tentang Josh, seseorang yang berkepribadian menyenangkan. Tidak ada orang yang tidak senang berada di dekatnya dan berbicara dengan dia. Moodnya selalu baik dan setiap kata-katanya selalu positif. Dari dialah setiap orang merasakan pentingnya melihat segala sesuatu dari sisi lain sebelum memutuskan sesuatu.

Mungkin Anda sering mendapati orang yang begitu ceria dan disenangi teman-temannya, tapi ketika tidak bersama orang yang dikenalnya atau saat berada di tempat asing, dia bisa menjadi sosok acuh. Namun tidak demikian dengan Josh, setiap sikapnya selalu positif dan ramah sehingga dia jauh dari masalah. Oleh karena itu, semua orang yang mengenal Josh sangat terkejut ketika mengetahui dia mengalami perampokan dengan luka tembak yang cukup mengerikan. Syukurlah Josh masih sempat dilarikan di rumah sakit.

Ketika operasi telah dilakukan dan Josh sudah dalam tahap pemulihan, teman-temannya menjenguk di ranjang rumah sakitnya. Beberapa orang menanyakan apa yang dirasakannya saat peluru itu bersarang di tubuh Josh dan saat-saat hidupnya bisa berakhir saat itu juga. Josh pun menceritakan dengan senang hati pengalaman buruknya ini, dengan riang.

Awalnya Josh merasa optimis, atau tepatnya meyakinkan dirinya sendiri dengan keras, bahwa dia akan tetap hidup dan luka ini bukan apa-apa. Namun ketika sampai di rumah sakit di mana para perawat dan dokter mengerubutinya, dia bisa mendengar ketegangan di suara dan wajah mereka. Ketakutan mulai menyerang rasa optimis Josh. Untung saja ketika perawat menanyakan apakah dia alergi sesuatu, Josh masih ingat untuk berdiam sejenak dan membuat pilihan, seperti yang biasa dia lakukan. Kemudian dia menjawab 'Ya', dan membiarkan para ahli medis yang menanganinya berhenti sejenak untuk mendengarkan apa alergi yang dimiliki Josh.

Secepat kilat Josh memutuskan untuk mencairkan ketegangan ini, maka dia pun menyahut "saya alergi bullet peluru itu!" dengan ekspresi menyenangkan yang masih bisa dia berikan. Meledaklah tawa di ruang medis itu, kemudian Josh melanjutkan, "saya alergi itu, maka cepatlah operasi dan ambil bullet itu karena saya masih ingin hidup". Bisakah Anda membayangkan jika Josh memilih untuk bersikap apatis atau malah sarkastis pada tim medis itu, mungkin operasinya akan mengalami kegagalan karena ketegangan saat operasi.

RENUNGAN :
Anda boleh tidak percaya, tapi begitulah adanya. Apa yang terjadi dalam hidup Anda sangat ditentukan oleh sikap Anda. Tepatnya adalah sikap yang Anda pilih.

Hidup adalah pilihan, tentu kita semua sudah tahu dengan kata-kata ini. Namun mungkin Anda tidak menyadari bahwa sampai bagian terkecil dari hidup, sebenarnya Anda bisa memilih. Bagian terkecil itu adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap segala hal yang datang pada Anda.

Orang diam-diam ditampar, tentu saja orang itu akan marah. Seseorang menumpahkan air jus ke atas iPad Anda dengan sengaja, sudah selayaknya Anda menuntut ganti rugi pada orang itu dengan menggamparnya, mungkin. Itulah reaksi umum seseorang. Tapi tidak ada yang mengharuskan Anda demikian bukan? Di sinilah reaksi harus dihadapkan pada kesadaran bahwa hidup adalah pilihan!

Coba perhatikan setiap reaksi kecil dalam hidup Anda, tunda dulu seper sekian detik untuk memutuskan sikap apa yang harus diambil. Membuat diri sendiri dan orang lain bahagia adalah pilihan Anda sendiri, so.. jangan biarkan orang lain memilihkannya untuk Anda.
============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi