Tampilkan postingan dengan label Resensi Dari Komunitas Baca Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Dari Komunitas Baca Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Resensi Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan

Judul Buku : Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : Bentang
Genre : Novel
Pembaca : Semua Kalangan
Nilai : 5/5 Versi Komunitas Baca Buku



Sudah lama sekali saya tidak membuat resensi, rasanya tangan ini gatal sekali kala mengetahui banyak novel baik bertebaran di belantara perbukuan Indonesia. Setelah kemarin saya membahas novel Pandaya Sriwijaya, kali ini saya membahas novel Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan.

Novel ini ditulis dengan tangan dingin Tasaro GK, seorang penulis yang sangat saya favoritkan, sejak Di Serambi Mekkahnya terbit. Seperti apa novelnya? Mari kita bahas sekarang….

Penceritaan Muhammad SAW….

Seperti namanya novel Muhammad, memang novel ini menceritakan bagian-bagian hidup dari Nabi Muhammad SAW. Dengan terampilnya Tasaro memainkan penanya dan membuat cerita novel ini dengan sudut pandang ke dua. Sebuah sudut pandang yang jarang sekali dipakai pada novel-novel yang bertebaran di Indonesia.

Meski tidak menceritakannya secara runut, novel ini menceritakan bagian-bagian penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Membaca novel ini seperti, bermain puzzle dimanak kita harus bisa menyusunnya menjadi cerita yang berunut. Dalam penulisan novelnya, Tasaro banyak mengambil momen-momen heroik dan menyentuh perasaan. Tak salah bila penulis A. Fuadi (Negeri Lima Menara), berkata kita akan berada seolah-seolah di belakang Rasulullah. Nyatanya penggambaran novelnya memang sangat membuat kita berada di belakang Muhammad.

Membaca cara penulisan Tasaro, sangat berbeda jauh dengan gaya-gaya bahasa sebelumnya. Saya pikir cuma Tariq Ramadhan yang bisa membuat biografi Nabi Muhammad SAW dengan bahasa menarik, nyatanya Tasaro adalah orang kedua yang memberikan taste unik dalam penulisannya.

Saya kalau boleh jujur selalu merinding membaca tiap bab yang menjelaskan tentang Nabi Muhammad SAW.

Tentang Kashva

Di bab-bab lain kita akan menemukan perjalanan agung seorang pengembara bernama Kashva yang mencari kebenaran kedatangan Nabi terakhir yang dijanjikan. Pada bab-bab ini kita akan mendapati perjalanan panjang Kashva mencari Muhammad SAW.

Dengan berbekal petunjuk dari surat-surat Elyas, Kashva berpetualang mencari kebenaran kedatangannya. Perjalanan syahdu mencari sosok Nabi Muhammad SAW yang tidak mudah, membuat kita diajak berpikir kembali tentang seberapa jauh kita ingin bertemu Rasul dan seberapa besar pengorbanan yang kita berikan untuk Rasul terakhir yang dijanjikan Allah SWT.

Bab-bab ini meski fiksi, akan membuat kita banyak merenung dan berkontempolasi tentang langkah hidup kita selama ini.

Kesimpulannya….

Ini novel yang wajib dimiliki oleh semua kalangan, kita akan melihat Nabi Muhammad SAW dari kacamata netral, jernih dan tidak memihak Islam semata. Membaca novel ini sensasinya melebihi membaca biografi Budha, saya berkata seperti ini bukan karena saya seorang muslim, namun dari berbagai aspek kesastraan dan gaya bertutur membuat kita tercengang dan termenung.

Sampai detik ini saya kalau membaca Muhammad karya Tasaro masih merasakan rasanya di belakang Rasulullah, nggak percaya? Silahkan baca dan beli di toko buku….

Salam Inspirasi


Senda
Ketua Komunitas Baca Buku

Kamis, 25 Februari 2010

Resensi Novel Wolf Totem

Judul Buku : Wolf Totem
Penulis : Jiang Rong
Penerjemah : Rika Iffati
Penerbit : Hikmah
Nilai : 5/5 (Versi Komunitas Baca Buku)



Sudah lama saya tidak meresensikan buku yang bermutu, karena itu kali ini saya akan meresensikan buku terjemahan baru karya Jiang Rong. Mau tahu seperti apa seluk beluk novelnya? Mari kita bahas satu persatu.

Ini adalah sebuah novel tentang pengalaman penulis sendiri meneliti prilaku Srigala Mongol. Dengan mengganti karakter menjadi karakter Chen, penulis sepertinya berupaya melepas anggapan itu adalah dirinya. Mungkin saja hal ini berhasil di awal, namun pada pertengahan cerita kita akan melihat siapa sebenarnya sosok Chen.

Dalam novel ini diceritakan pemuda China Han, bernama Chen datang ke Mongol untuk mempelajari kehidupan Srigala. Bersama Yang mereka akhirnya diterima dengan baik oleh keluarga keturunan padang rumput Mongol.

Dari sini dimulailah pertemuannya dengan Bilgee (orang yang dihormati di kampung, hmm semacam orang bijaksana). Dari Bilgee, Chen akhirnya mempelajari banyak hal tentang kehidupan dan kepercayaan orang Mongol akan Totem Srigala. Berawal dari sini ia lama-lama tertarik memelihara Srigala.

Mencoba mengambil resiko, Chen akhirnya memberanikan diri untuk mencari Srigala kecil dan memeliharanya hingga dewasa. Harapannya setelah dewasa srigala itu menjadi penurut dan menuruti perintahnya. Tidak hanya sampai disitu, ia juga berharap srigala yang akan dirawatnya nanti dapat berteman dengan anjing peliharaannya dan mungkin bisa dikawinkan dengan keturunannya kelak.

Berbekal tekad, akhirnya Chen dan Yang berpetualang mencari anak srigala yang akan mereka rawat bersama anjing yang mereka pelihara. Dari petualangan ini mereka pelan-pelan belajar bagaimana cara memerangkap srigala. Hal yang mereka pikir dapat dikerjakan dengan mudah, nyatanya sulit mereka lakukan. Srigala itu hewan dengan tingkat kecerdasan yang cukup tinggi, sehingga butuh banyak kehati-hatian untuk menangkap srigala.

Dengan berbekal belajar dari penduduk lokal, akhirnya Chen dan Yang bisa mendapati lubang tempat srigala bersembunyi. Dengan perasaan gugup, mereka mencoba memasuki gua tempat srigala bersembunyi. Berbekal perlengkapan seadanya Chen dan Yang berdegup kencang memasuki areal gua itu. Cucuran keringatnya mendominasi dahi mereka, karena takut induk srigala akan menyerang mereka.

Nyatanya keberuntungan melingkupi mereka. Anak-anak srigala yang baru lahir ini ditinggalkan induknya di gua tersebut. Betapa bangganya mereka melihat anak-anak srigala ini, karena mereka masih kecil, anak-anak srigala itu ketakutan melihat dua pemuda ini. Ketakutan Chen dan Yang seolah berbalik pada anak-anak srigala ini, ketakutan ini kemudian menjadi jalan untuk menangkap anak-anak srigala ini.

Dan akhirnya mereka membawa anak-anak srigala itu ke desa tempat mereka menginap. Sesampainya di desa, betapa kagetnya para penduduk ketika mengetahui Chen akan merawat srigala ini untuk dikawinkan dengan seekor anjing. Tetua disana (Bilgee) marah mendengarnya, ia mendatangi Chen untuk mengurungkan niatnya lebih lanjut, baginya memeliharanya sama saja mengingkari hukum tengger. Tidak ada srigala yang mau dikawinkan dengan anjing, karena membuatnya terkekang saja merupakan kesalahan besar.

Chen tak berputus asa, dengan bijaksananya ia mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya merawat srigala. Dengan sebuah keyakinan dan ketulusan yang dimiliki Chen, Bilgee akhirnya menyerah juga, menyadari pikirannya salah ia meminta maaf pada Chen.

Setelah itu dimulailah hari-hari dengan srigala perliharaannya. Karena masih kecil, ia disatukan dengan induk anjing yang baru saja melahirkan anak-anaknya. Awalnya sulit, karena induk anjing tahu itu bukan anaknya. Gigi srigala yang cukup tajam membuatnya merasa perih ketika tahu putingnya disapih olehnya. Belum lagi selera minum susu yang kuat. Membuatnya ingin selalu memisahkan diri dari anak srigala itu. Namun bukan Chen namanya kalau ia menyerah karena induk anjing yang tidak mau menyapihnya. Berbekal kasih sayang yang tulus pada anjingnya, ia berhasil meyakinkan anjing untuk mau disapih. Hingga akhirnya anak srigalapun mendapat jatah makan dri induk anjing tersebut.

Setelah agak besar anak-anak anjing seringkali main bersama anak srigala. Bermain cakar-cakaran, bahkan gigitan menjadi rutinitas seru mereka. Awalnya aktivitas ini tidak menjadi masalah, namun lama kelamaan aktivitas ini menjadi masalah yang sangat serius. Anak srigala ini dengan nalurinya tanpa sadar melukai anak anjing. Sontak saja induk anjing menjadi berang padanya. Dan inilah awal mulanya ia dipisahkan dengan anak-anak anjing lainnya.

Bila para anjing dapat berkeliaran bebas, tanpa ada tali pengekang sedikitpun, anak srigala harus terkekang dengan rantai besi. Awalnya ia meronta kuat dan marah dengan kekangan tersebut, namun lama kelamaan ia terbiasa.

Hari-haripun berganti dan Chen mulai membiasakan dirinya merawat srigala tersebut, sampai satu ketika terjadi ekpedisi besar-besaran dari utusan pemerintah Mao untuk memusnahkan srigala agar mereka tidak memakan ternak mereka.

Awalnya mereka tidak berhasil menghancurkan klan srigala, namun lambat laun semuanya berubah. Dan Chen menjadi tertantang untuk menjelaskan makna srigala bagi bangsa Mongol dan apa akibatnya jika semua srigala dibantai. Chenpun kini berubah, dari orang yang sekedar ingin meneliti dan memelihara srigala menjadi seorang yang sangat mencintai srigala dan totem srigala.

Pergolakan bathin dimulai dan konflikpun dimainkan. Apa yang akan Chen lakukan untuk mencegah bangsanya sendiri menghancurkan srigala? Apakah Chen berhasil menjadikan srigala menjadi teman hidup seperti yang diharapkannya? Kalau mau tahu kelanjutan kisahnya baca saja Wolf Totem….

Kesimpulannya



Jujur saja, kalau ada yang bertanya novel apa yang paling panjang saya baca, maka saya akan dengan sangat lancar menyebut Wolf Totem sebagai bacaan yang cukup menguras energi saya membaca. Novel ini memiliki permainan deskripsi yang menarik untuk dibaca. Jadi meski dominasi narasi terlihat kental di dalamnya, cita rasa majasnya sungguh memikat hati untuk terus membacanya sampai akhir.

Dalam novel ini banyak makna kehidupan yang diajarkan pada kita sebagai manusia. Dari novel ini kita akan diajarkan betapa pentingnya rantai makanan dalam siklus kehidupan. Membuat salah satu rantai makanannya hilang sama saja menghancurkan ekosistem secara perlahan. Ini bukan hanya teori, namun nyata terjadi di daerah Mongol.

Tidak hanya itu, dari novel ini kita juga akan belajar tentang bagaimana menjadi seorang yang memiliki keteguhan pendirian seperti srigala. Di balik perangainya yang mungkin dinilai buruk, srigala mengajarkan kita tentang sebuah pendirian, seperti sebagai mahluk hidup kita tidak boleh larut dalam kekangan hidup, berjuang untuk menjadi pribadi yang bebas adalah jalan membuat kita lebih mengerti lagi cara mempertahankan hidup.

Pelajaran lain dari srigala yang patut ditiru adalah kesetiaan. Ketika jantang srigala memilih satu betina srigala untuk pasangan hidupnya, biasanya mereka akan setia dan mati-matian melindungi keluarganya, ini adalah pelajaran lain yang mungkin bisa menggempur persepsi salah akan kata srigala yang dikonotasikan sebagai tokoh laki-laki yang penipu dan suka bergonta-ganti perempuan.

Tidak cukup sampai disitu, dari srigala juga kita akan belajar bagaimana taktik menyerang dan bertahan. Dalam novel ini digambarkan beberapa kali srigala mampu meloloskan diri dari kejaran manusia dengan cara menyerang ataupun lari ketika ia tak sanggup melawannya. Sungguh kita pembaca dibawa ke atmosfer psikologi baru tentang pemikiran srigala, serta bagaimana cara mempertahankan koloninya.

Kalau boleh dibilang novel ini sangat apik untuk dibaca. Keakuratan dalam penceritaannya membuat kita lebih paham lagi tentang bagaimana srigala itu memiliki kebijaksanaan lain untuk dipelajari.

Penelitan sepuluh tahun lebih, membuat novel ini layak diacungi empat jempol. Tak salah kalau ia dianugerahi Man Asian Literary Award pada tahun 2007. Hmm kalau saya pikir novel ini bisa juga dinominasikan dalam nobel sastra, soalnya novel ini bagus banget sih….

Kalau untuk penerbitnya saya kasih two thums up, karena sekali lagi Hikmah berhasil menyuguhkan novel terjemahan berkualitas seperti ini. Novel ini adalah novel terjemahan Hikmah kedua yang saya baca, setelah Tings Fall Apart. Kualitas penerjemahnya ok punya, pokoknya keren dan selamat deh buat Hikmah….

Tentang Penulisnya



Jiang Rong lahir di Jiangsu tahun 1946. Pekerjaan ayahnya membuat keluar mereka pindah ke Beijing pada tahun 1957 dan Jiang memasuki Akademi Pusat Seni Murni pada 1966.

Setelah pendidikannya terputus oleh berbagai peristiwa di China, Jiang yang berusia 21 tahun secara sukarela bekerja di Banner Ujimchin Timur di Mongolia Dalam, tempat dia hidup dan bekerja dengan para masyarakat nomad setempat sampai usia 23 tahun. Dia membawa dua kardus penuh terjemahan China dari karya-karya sastra klasik barat dan menghabiskan waktu sebelas tahun tenggelam dalam kajian pribadi mengenai sejarah, kebudayaan dan tradisi Mongolia. Secara khusus dia mengembangkan ketertarikan yang sangat terhadap mitologi srigala dan padang rumput, menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk mempeljari berbagai cerita dan membesarkan seekor anak srigala yang yatim piatu.

Pada 1978, dia kembali ke Beijing meneruskan pendidikan di Akademi Ilmu Sosial Cina setahun kemudian. Jiang bekerja sebagai akademisi sampai pensiun pada tahun 2006.

Wolf Totem adalah kisah fiksi mengenaik kehidupan 1970-an yang diambil dari pengalaman pribadi Jiang di padang rumput wilayah perbatasan China.

Salam Inspirasi


Senda
Ketua Komunitas Baca Buku

Minggu, 26 Juli 2009

Resensi Buku : It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be


Judul Buku : It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be
Penulis : Paul Arden
Penerbit : Phaidon
Genre : Non Fiction
Pembaca : Kalangan Bisnis dan Pelaku Advertising
Nilai : 5/5 (Versi Komunitas Baca Buku)

“Fiuh, lama tidak mereview karena sakit, kali ini saya akan mereview buku yang sangat bagus dan pantas untuk sobat KBB baca.”

Buku It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be adalah buku pertama dari Paul Arden. Buku ke duanya Whatever You Think, Think The Opposite sudah pernah kita bahas di discussion board KBB.

Buku It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be menceritakan tentang buah pemikiran Arden tentang ide dalam bekerja, hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan ide-ide cemerlang apa saja yang harus kita tampilkan. Tidak hanya itu ia menggunakan pola-pola terbalik untuk menciptakan sebuah pemikiran dan ide tentang bagaimana kita menjalankan sebuah pekerjaan.

Salah satu kata-kata yang saya suka dalam buku ini adalah “It’s Right To Be Wrong.” Yah dalam hidup ini kita tidak mungkin tidak melakukan kesalahan, justru dengan semakin banyak kesalahan kita jadi tahu mana yang benar. Jadi tidak ada salahnya melakukan sesuatu yang salah. Bukan begitu?....

Yang unik dari buku ini tentu saja foto-foto yang tersaji dan terpampang di dalamnya. Buku ini di desain dengan kekuatan art yang tinggi, yup setiap pesan akan terkoneksikan dengan foto ataupun gambar, sehingga buku ini bisa dibilang penuh dengan kekuatan foto.

Di Indonesia versi terjemahannya belum ada, namun untuk buku keduanya yang berjudul Whatever You Think, Think The Opposite sudah diedarkan oleh Essensi (lini buku dari Erlangga Group), meski sayangnya buku-bukunya sudah mulai sulit didapatkan.

***

Actually, buku ini sangat bagus dan saya rekomendasikan buat sobat KBB. Meski kalau membeli buku harus pesan lewat Amazon.com dulu, namun isi dari buku ini sangat tidak mengecewakan. Harga bukunyapun hanya $ 8.95 saja, so gak mahal lah untuk sebuah buku yang berkualitas dan layak menjadi koleksi.

Ssst sebagai gambaran buku ini sudah mengalami delapan kali cetakan sejak terbit tahun 2003 lho, dan itu untuk wilayah America saja. Sebagai gambaran di America sekali cetak buku akan dicetak sebanyak 100 ribu copy, artinya sudah delapan ratus ribu copy buku terjual di America saja, nck…nck… menarik bukan?

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Founder dan Chairman Komunitas Baca Buku
Penulis Living Like a Puzzle

Jumat, 22 Mei 2009

Resensi Buku : Belajar Goblok


Judul Buku : Belajar Goblok
Penulis : Doddi Mawardi dan Bob Sadino
Penerbit : Kintamani Publishing
Genre : Buku Bisnis
Pembaca : Entrepreneur dan Praktisi Bisnis
Nilai : 5/5

Buku entrepreneur apa yang menginspirasi banyak orang untuk mulai berbisnis? Hmm kalau ada yang bertanya seperti itu kepada saya, maka saya akan merekomendasikan buku Belajar Goblok pada anda.
Buku ini adalah buku yang ditulis mentor saya Dodi Mawardi. Beliau menulis tentang suka duka Bob Sadino membangun bisnisnya dari O besar alias tidak punya apa-apa hingga menjadi sebesar ini.
Titik balik Bob Sadino menjalankan bisnis ternyata dimulai saat mobil mewah yang ia jadikan sewaan mengalami tabrakan yang cukup parah. Dari sini seorang Bob Sadino mengalami tekanan yang sangat hebat, karena situasi keuangannya mulai terganggu.
Untungnya ia memiliki teman yang tahu cara memproduksi telur ayam negeri. Hingga akhirnya Bob-pun diajarkan cara memproduksi ayam negeri.
Setelah ia tahu cara memproduksi ayam negeri kemudian mulailah ia melakukan penjualan telur ayam negeri ke daerah rumah tempat tinggalnya (Kemang). Caranya dengan menawarkan door to door. Karena budaya makan telur ayam negeri belum familiar di kalangan warga pribumi, maka telur ayam negeri yang Bob Sadino budidayakan hanya dijual pada kalangan ekpaktriat asing.
Kala itu mereka sangat senang dengan telur yang dijual oleh Bob Sadino dan telur yang dijualpun menjadi sangat terkenal saat itu. Apa rahasianya? Rahasianya terletak pada potongan bunga anggrek yang diberikan pada pelanggan telur Bob Sadino.
Hmm pada saat itu Bab Sadino menaruh Anggrek pada setiap pembelian satu keranjang telur ayam negeri. Mereka (para ekspatriat asing) menganggap bunga Anggrek adalah hadiah yang sangat mahal untuk mereka, karena memang di negara asal mereka Anggrek sulit tumbuh dan berkembang, kalaupun berkembang harganyapun cukup mahal.
Kala itu Bob hanya tertawa saja, karena bagi Bob bunga Anggrek yang diberikan sebagai hadiah mudah didapatkan dimana-mana (kebetulan di daerah Kemang saat itu tumbuh banyak tanaman Anggrek) sehingga ia dengan leluasa menjadikan Anggrek sebagai hadiah yang disematkan pada setiap penjualan telurnya. Dari sini pelan tapi pasti usaha Bob berkembang pesat hingga seperti sekarang ini.
Hmm itu hanya sedikit dari cerita yang ditampilkan dalam buku ini. Ada beberapa cerita yang tidak pernah terungkap oleh orang lain tentang siapa sebenarnya Bob Sadino. Dari mulai alasan mengapa ia menggunakan celana pendek sampai filosofi hitam putih kehidupan. Mau tahu seperti apa isi bukunya, langsung aja beli di toko buku terdekat….
***
Secara keseluruhan buku ini sangat baik untuk dijadikan referensi buku entrepreneur. Karena kita akan melihat secara langsung bagaimana seorang Bob Sadino mengelola bisnisnya.
Filosofi dan tag line “Belajar Goblok” sangat pas untuk dijadikan sebuah judul buku karena memang inti dari sebuah pembelajaran adalah mengosongkan pikiran agar kita bisa belajar banyak darinya. Tinggalkan embel-embel titel dan gelar, mulailah belajar dengan pikiran yang kosong dan kita akan lebih mudah mendapatkan pengetahuan baru, itulah pesan sentral yang ada dalam buku ini.
Untuk desain cover dan lay out dalam dari buku ini bisa dikatakan sangat baik, penerbit menggunakan fotografer profesional untuk memotret momen-momen terbaik Bob Sadino. Pemotretannya dilakukan secara profesional dan baik, persis seperti buku Autobiografi Yuni Shara yang dibuat dengan baik oleh Tamara Geraldine dan Darwis Triadi. Sungguh membaca buku ini menyuguhkan permainan mata yang menarik dari setiap momen yang diabadikan. Good Job untuk tim penulis, konseptor buku, penerbit dan tentu saja Photogrpher-nya. Sukses buat semua kerja kerasnya.
***
Tentang penulis, beliau adalah salah satu mentor menulis di Indonesia, banyak karya-karya yang lahir dari tangan dinginnya yang sudah diterbitkan di penerbit-penerbit besar dari mulai Gramedia, Penebar Plus sampai Kintamani. Membaca karyanya membuat kita akan merasakan pengalaman baru membaca, karena kita akan mendapatkan feel yang berbeda dari setiap karya yang dibuatnya, baik karya sendiri maupun buah karya ketika menjadi Ghost Writer.
Mau kenalan dengan pak Dodi? Gampang klik aja link ini:http://www.facebook.com/profile.php?id=1661985949#/profile.php?id=1485272848

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Ketua dan Pendiri Komunitas Baca Buku
Author of Living Like a Puzzle

Selasa, 05 Mei 2009

Resensi Buku: Menjemput Risalah-Mu


Judul : Menjemput Risalah-Mu
Penulis : Triani Retno A.
Penerbit : Mizan
Genre : Novel Perenungan
Nilai : 3/5 (Versi Komunitas Baca Buku)

Halo sobat KBB, sudah lama sekali saya tidak memberikan resensi secara langsung. Harap di maklumi akhir-akhir ini saya disibukkan dengan beragam aktivitas yang cukup menyibukkan saya secara pribadi.

Kali ini saya akan membahas sebuah novel berjudul Menjemput Risalah-Mu. Novel ini adalah sebuah novel yang menceritakan dua kehidupan dalam dua sisi. Kehidupan sisi pertama adalah kehidupan glamoritas seorang artis bernama Larasati yang berusaha sekuat tenaga menjadi seorang artis terkenal. Hingga akhirnya Larasati dapat mencapai semua popularitas itu seperti yang ia harapkan.

Namun ketika namanya sedang naik, tiba-tiba saja foto-foto pribadi tersebar di internet. Larasatipun terbelalak melihat foto-fotonya hadir di internet, dan ia pun menjadi incaran infotainment yang ingin sekali menanyakan kebenaran foto-foto tersebut. Namanya menjadi berita utama di berbagai macam berita infotainment di televisi.

Dan salah satu infotainment yang meliput Larasati adalah Kabar Selebriti. Sebuah program infotainment tempat dimana Salsa bekerja. Salsa adalah seorang wartawati baru yang bekerja pada perusahaan tersebut. Ia adalah seorang yang sigap mencari berita kemanapun artis pergi, bahkan setiap jengkal langkah artis ia ikuti untuk mendapatkan sebuah berita. Perempuan berjilbab ini seolah tak peduli lagi harus berdesakan dengan media lain untuk mengambil posisi untuk menodongkan mike pada artis, maklum tubuh kecilnya bisa menyelip ke sana kemari.

Nah saat foto Larasati tersebar di internet, Salsa dengan sigap membututi keberadaan Larasati, hingga akhirnya ia menemukan Larasati di hotel, bersiap meninggalkan hotel tersebut bersama keluarganya. Salsa dengan sigapnya mendekati Larasati dan mengeluarkan beberapa pertanyaan, Larasati yang berusaha menghindar tidak luput dari pantauan dan kejaran mike Salsa, hingga akhirnya satu pertanyaan ditembakkan Salsa pada Larasati. Pertanyaan ini membuat Larasati terdesak dan ia dengan sigap membalas pertanyaan dengan sebuah pernyataan yang membuat Salsa menjadi termenung dan terdiam.

Pertanyaan apa yang diberikan Salsa? Dan pernyataan seperti apa yang membuat Salsa akhirnya merenungkan pekerjaan yang dilakoninya? Jawabannya ada pada buku Menjemput Risalah-Mu.

***

Nah itulah resensi novel Menjemput Risalahmu, sebuah novel ringan yang menawarkan sebuah nilai dan makna baru dari sebuah novel. Novel ini ringan dan tidak njelimet, bagi anda pembaca pemula, saya yakin tidak akan mendapatkan banyak masalah berarti. Karena dialog-dialog yang terbangun di dalamnya mudah dipahami oleh orang awam yang tidak pernah membaca novel sekalipun.

Meski begitu ada beberapa hal yang kurang diperhatikan penulis ketika menulis buku ini, yaitu pemanfaatan momentum pada setiap bab. Terkadang bab yang disajikan terlalu pendek hingga kita sebagai pembaca akan dibuat bertanya-tanya, “lho segini aja nih babnya….” Sayapun mengalami hal seperti itu ketika membaca novel ini. Sepertinya penulisnya terjebak dengan gaya penulisan nafas pendek (Cerpen), sehingga ada beberapa bab yang menurut saya tidak terlalu kuat untuk berdiri menjadi satu bab sendiri. Jadi novel ini menurut saya lagi lebih cocok dikatakan Cerpan (Cerita Panjang).

Walaupun begitu saya senang membaca novel ini karena mudah ditangkap oleh jalan pikiran pembaca secara umum. Pesan yang dibangunnya-pun cukup kuat dan pas untuk mengakhiri novel ini. Bagi saya novel ini adalah sebuah novel renungan bagi para wartawan dimanapun mereka berada wa bil khusus wartawan infotainment.
***

Tentang Penulisnya, Triani Retno atau sering dipanggil Teera lahir di Bandung, 24 Desember 1974 untuk kemudian tumbuh besar di Banda Aceh dan Medan. Ia adalah penulis lebih dari 80 cerpen yang telah di muat di majalah anak-anak dan remaja. Ia juga menulis beberapa novel seperti: Bukan Jilbab Semusim (2006), Gue Anak SMA (2006), Please Don’t Go (2006), Masih ada hati bicara (2006) dan Men Not Allowed (2007).

Prestasinya pernah menjadi pemenang harapan pada beberapa lomba penulisan novel dan pernah menjadi juara 2 pada lomba Menulis Artikel tang diselenggarakan IKAPI MENDIKBUD Kanwil Jawa Barat (1997) dan Juara I pada Lomba karya tulis ilmiah yang dilaksanakan oleh perpustakaan daerah Jawa Barat (1997). Nah bagi sobat Komunitas Baca Buku yang mau kenal lebih dekat bisa klik link ini: http://www.facebook.com/profile.php?id=1478055088&ref=profile#/profile.php?id=1598923548

Kebetulan mbak Teera-nya gabung di KBB juga lho….

Sekian resensi hari ini,
Salam inspirasi



Irawan Senda
Ketua dan Pendiri Komunitas Baca Buku
Author of Living Like a Puzzle

Jumat, 17 April 2009

Referensi Buku Ma Yan


Judul Buku : Ma Yan
Penulis : Sanie B. Kuncoro
Pembaca : Semua Kalangan
Jenis Buku : Novel Inspirasi dari Kisah Nyata
Penerbit : Bentang
Penilaian : 4/5 (versi KBB)

Baru-baru ini saya membaca novel Ma Yan. Sebuah novel yang sangat menggugah dan sangat menyentuh perasaan. Novel ini bercerita tentang betapa sulitnya Ma Yan menghadapi hidup. Setiap hari ia harus berjibaku dengan kehidupan yang seolah tidak bersahabat kepadanya.
Dalam menjalani kehidupannya ia harus berjuang mempertahankan keinginannya untuk bisa tetap bersekolah, padahal kondisi keluarga Ma Yan saat itu rasanya sulit menwujudkan keinginan Ma Yan. Terlebih Ma Yan berkali-kali gagal masuk sekolah yang ia inginkan, sehingga membuat orang tuanya berkeinginan untuk tidak ingin lagi membantunya mencapai mimpinya.
Dalam kesedihannya ia menuliskan sebuah surat tentang keinginannya yang ingin bersekolah kepada ibunya. Sayangnya ibunya tidak bisa membaca suratnya, hingga akhirnya ia membacakan suratnya di depan ibu. Sang ibu yang mendengar pembacaan surat Ma Yan sontak dibuat terkejut dan terharu, dalam hati kecilnya ia ingin berjuang kembali untuk mewujudkan keinginan Ma Yan. Bagaimana nasib Ma Yan selanjutnya? Silahkan anda beli bukunya….
Terus terang buku ini adalah buku inspirasi dengan kekuatan emosi yang baik, padahal penulisnya (Ibu Sanie) tidak bertatap muka langsung dengan Ma Yan, ia hanya membaca dan menginterpretasikan dari buku aslinya The Diary of Mayan. Sekedar info, buku ini termasuk jajaran buku terlaris di Amazon.com dan telah menginspirasi jutaan orang untuk tetap semangat melanjutkan sekolah.
Bagian terfavorit dari buku ini adalah ketika Ma Yan ingin sekali membeli sebuah pena. Saking mahalnya benda ini, ia harus berpuasa untuk tidak makan lauk dengan hanya memakan jatah nasi putih satu kali pada siang hari. Dari sini saya belajar banyak tentang arti kehidupan sebenarnya….
Nah bagi yang ingin sekali membaca buku ini, monggo langsung aja cari di toko buku, harganya gak mahal kok….

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Founder Komunitas Baca Buku
Author of Living Like a Puzzle

Rabu, 18 Maret 2009

Galaksi Kinanthi


Penulis : Tasaro
Penerbit : Salamadani
Pembaca : Semua Kalangan
Nilai : 4/5 (Versi Komunitas Baca Buku)

Perkembangan novel di Indonesia akhir-akhir ini mengalami sebuah kemajuan yang pesat. Banyak orang yang sudah melirik novel sebagai pilihan bacaan. Tidak terkecuali saya.

Nah pada minggu ini kita akan bahas Novel Galaksi Kinanthi. Novel ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Kinanthi yang memiliki tekanan hidup yang hebat dalam hidupnya. Bagaimana tidak, ia terlahir dari seorang ibu yang terkenal dengan baulawean (mitos jawa: perempuan yang setiap menikah, suaminya meninggal), masnya preman pasar dan kakak perempuanyya seorang lonthe. Dan sebagai pelengkap tekanan, bapaknya adalah seorang tukang judi.

Kondisi ini membuat kehidupan Kinanthi menjadi tidak bersahabat dengannya, karena keluarganya di jauhi oleh lingkungan sekitar. Uniknya ada satu orang yang dengan setia menjadi sahabat sekaligus teman pelipur lara. Ia adalah Ajuj, seorang anak rois (petinggi agama di kampung).
Dari sinilah konflik demi konflik terjadi ketika Kinanthi masih kecil, hingga puncak konflik yang sangat tidak lazim terjadi. Bapak dan ibu Kinanthi menjual Kinanthi dengan lima puluh kilo gram beras dengan seorang pasangan yang tinggal di Bandung. Dengan iming-iming di sekolahkan bapak dan ibunya rela melepas Kinanthi ke tangan pasangan tersebut.
Konflik tidak berhenti sampai disini, pada awalnya pasangan tersebut baik kepada Kinanthi, hingga suatu ketika ada peristiwa teman satu sekolahnya yang bernama Gesit ingin memperkosanya. Kejadian itu membuat keluarga yang mengadopsi Kinanthi salah sangka, mereka menganggap Kinanthi adalah seorang yang tidak tahu diri dan tidak bisa menjaga martabat keluarga. Alhasil penyiksaan secara psikologispun dimulai, dan Kinanthi diperlakukan seperti budak di rumah keluarga tersebut.

Belum selesai penderitaan Kinanthi, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya dijual kembali kepada penampung TKI untuk di kirim ke Arab. Dan selanjutnya penderitaan demi penderitaan sebagai TKI dimulai. Penyiksaan fisik dan psikologis seolah menjadi makanan sehari-hari TKI tersebut. Dan ia pun berpindah-pindah dari tangan majikan satu ke majikan lain, setelah ia dibawa kabur dari arab ke kuwait.

Pada satu saat ada keluarga dari Kuwait yang ingin menjadikan Kinanthi sekolah di Amerika, dan ini kesempatan yang tidak disia-siakan oleh Kinanthi. Ia pun pergi ke negeri paman Sam dengan harapan baru. Namun sampai disana apa yang terjadi? Ternyata keluarga yang mengajaknya ke Amerika masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu majikannya di Kuwait yang ia lawan ketika akan menyiksanya.

Alhasil penderitaan demi penderitaan dimulai. Dari mulai dipukul dengan tongkat base ball, sampai dengan pemerkosaan. Sungguh sebuah kebiadaban di jelaskan dengan cukup pilu hingga akhirnya ia dapat meloloskan diri dari rumah majikannya dan ditolong oleh sepasang muslim yang baik hati.

Sampai sini semua perubahan dimulai dan Kinanthi berkembang dan tumbuh menjadi seorang profesor, namun di tengah kesuksesannya ia mengingat orang yang selalu dicintai dalam bayang dan ingatannya. Dari sinilah konflik psikologis dimulai kembali dan Kinanthi kembali ke kampung halamannya. Mampukah Kinanthi bersatu dengan Ajuj kembali, well lebih baik anda baca novelnya.
***
Novel ini sungguh luar biasa, kita diingatkan kembali bahwa tidak mudah menjadi seorang TKI, ketika ia sampai disana, ia harus mengorbankan semua hal yang ia miliki bahkan nyawa. Bisa bertahan dan melewatinya tanpa trauma adalah sebuah perjuangan yang tidak main-main. Dan di novel ini kita diajak melihat realitas psikologis Kinanthi dari sudut pandang perempuan yang menjadi TKI. Tidak hanya itu penulis juga manyajikan ketulusan cinta dua pasang insan yang menggetarkan jiwa. Sungguh saya dibuat mengharu biru ketika membacanya. Jadi ini adalah rekomendasi saya secara untuk anda baca.
***
Tentang penulis… Tasaro GK lahir di Gunung Kidul 1 September 1980. Menulis buku sejak 2005, meraih beberapa penghargaan: juara 1 lomba novel FLP 2005 untuk buku WANDU: Berhentilah menjadi pengecut (Dzikrul Hakim), Adikarya IKAPI 2006 untuk novel Di Serambi Mekkah dan yang terakhir juara Adikarya IKAPI 2007 untuk novel O, Achilles. Dan saya yakin karyanya yang terakhir ini adalah karya yang akan mendapatkan award serupa, karena penceritaan dan cara menuturkan bagus sekali. So jangan cuma baca resensinya beli dan kita diskusi juga ya….

Salam Inspirasi



Irawan Senda

Selasa, 10 Maret 2009

Resensi Buku From Zero to Zeroooooo


Penulis : Redhan Amanul
Penerbit : Financial Corner imprint dari Focuz Publishing House

Halo sobat KBB apa kabar? Senang sekali kita bisa membahas resensi buku yang menarik di selasa dini hari ini. Buku kali ini yang kita bahas adalah buku From Zero to Zeroooooo. Buku apa ini? Pasti semua pada penasaran…
Buku ini adalah buku pengetahuan tentang saham dimana didalamnya terdapat pengalaman menarik dari pakar keuangan kita Redhan Amanul. Buku ini dibuat dengan konsep FAQ, dimana akan ada tanya jawab tentang dunia saham. Jadi bagi Sobat Komunitas Baca Buku yang ingin tahu tentang saham dapat menjadikan buku ini sebagai referensi dan panduan bermain anda. Mari kita bahas bab per babnya :
Dimulai dari Part I, dalam part ini kita akan banyak tahu tentang dunia pasar modal. Pakar keuangan Redhan Amanul menjelaskan dengan detil seluk beluk pasar modal di Indonesia. Tidak hanya itu, mas Redhan juga menceritakan sejarah terbentuknya pasar modal di Indonesia, jadi bagi orang yang awam seperti kita bisa tahu banyak tentang pasar modal lewat bab I ini.
Selanjutnya Part II, dalam part ini Redhan Amanul menjelaskan dengan jelas tentang saham. Ia banyak bercerita tentang saham preferen dan saham biasa. Dari mulai keuntungannya sampai perbedaannya.
Part III, dalam part ini kita diajak untuk mempelajari menganalisa saham dan pasar. Isi dari bab III ini cukup padat, karena kita diajak untuk menganalisa saham dilihat dari berbagai sudut dari mulai mengikuti perkembangan trend sampai dengan melihat kesehatan dari perusahaan.
Part IV, ini adalah part terseru dari semua part yang ada, karena dalam part ini berisi cara bermain saham ala pakar keuangan kita Redhan Amanul, sungguh mendebarkan ketika mendengar ceritanya tentang suka duka bermain saham. Disini pakar keungan Redhan membuka blak-blakan cara bermainnya yang sedikit nyeleneh. Bab ini benar-benar membuat kita berpikir lebih cerdas lagi dalam bermain saham.
Nah itulah resensi buku dari Redhan Amanul. Sebagai informasi, buku Redhan Amanul ini diterbitkan oleh penerbit saya (Financial Corner), yang mengkhususkan diri pada buku-buku keuangan. Bagi anda Sobat KBB yang ingin mencari buku ini, bisa didapatkan di Gramedia dan Toko Gunung Agung.

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Founder Komunitas Baca Buku

Jumat, 06 Maret 2009

Buku Magnet Muhammad


Menyesuaikan dengan momentum IBF, ada baiknya saya membahas buku ini. Buku ini ditulis oleh pakar penulis buku yang sudah tidak diragukan lagi dalam dunia penulisan. Pernah menjadi Direktur Penerbit MQ dan sekarang memimpin penerbit Salamadani yang bermaskas di Bandung.
Ia adalah Bambang Trimansyah atau lebih dikenal dengan Bambang Trim. Buku Magnet Muhammad yang dibuatnya adalah sebuah buku yang menjawab kesimpangsiuran teori the law of attraction. Untuk lebih lanjut mari kita bahas satu persatu. Ada tujuh bab yang akan membawa kita menemukan esensi dari The Law of Attraction.
Bab pertama adalah “Intro : The True Law of Attraction.” Di bab ini kita akan dijelaskan fase-fase seorang Muhammad dalam mencapai The Law of Attractionn sesungguhnya. Bab ini juga mengkritik secara halus The Law of Attraction yang digaungkan Michael J.Lossier dan Rhonda, sebab pada dasarnya tidak ada The Law of Attraction, semua adalah sebuah kehendak-Nya yang sudah terencana dengan baik, seperti yang tertulis pada Q.S Al An’am : 59 yang berbunyi : Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." Adanya bab dan potongan ayat ini menyadarkan kita pada hakikatnya jalan hidup kita sudah diatur oleh-Nya. Dan kita bukanlah pengendali alam semesta seperti yang dikatakan dua orang diatas. Prinsip sesuatu bisa terealisasi dengan baik adalah karena adanya doa.
Bab kedua adalah “Getaran Cinta Muhammad.” Dalam bab ini kita diajak untuk melihat sisi kasih sayang dari seorang Muhammad SAW kepada umatnya sebagai wujud kecintaan beliau kepada Allah SWT. Tidak hanya itu, dalam bab itu dijelaskan betapa hukum ketertarikan adalah bagian dari sunatullah yang tentunya harus diperbaiki pemahamannya sesuai dengan pola dan pandangan muslim yang seharusnya dilakukan.
Bab ketiga adalah “Getaran Akhlak Muhammad SAW.” Nah pada bagian ini dijelaskan dengan gamblang bahwa sesungguhnya akhlak yang baik akan mempercepat sebuah ketertarikan, karena di dalamnya terdapat nilai positif yang jauh lebih berharga daripada sekedar berpikir positif.
Bab keempat adalah “Daya Intuisi Muhammad SAW.” Dalam bab ini dijelaskan arti penting dari sebuah intuisi. Intuisi yang baik berawal dari sebuah ilmu yang datangnya langsung dari Allah SWT, semua didapat dari proses tafakur dan pencarian makna hidup sebenarnya, jadi tidak benar bila ada orang mengatakan semua bisa terwujud karena kita pengendali alam semesta. Semuanya itu pada dasarnya sudah diatur Allah SWT dan bukan kita yang menarik semuanya dengan pikiran.
Bab kelima adalah “Daya juang Muhammad.” Dalam bab ini ditekankan bahwa tidak ada sesuatu yang datang hanya dengan berharap saja. Semua membutuhkan daya juang yang tinggi untuk meraihnya, maka jangan berharap uang satu milyar datang kepada kita jika kita hanya memikirkan saja, tanpa bertindak sedikitpun.
Dan yang terakhir membahas tentang “Daya Tahan Muhammad dalam berdoa.” Dari bab ini kita akan dituntun untuk memaknai esensi doa sebenarnya. Selama ini doa-doa kita yang belum diijabah dimungkinkan karena kita kurang serius dalam berdoa. Seharusnya kita malu pada diri kita sendiri, lha wong rasulullah yang sudah pasti akan masuk surga aja serius berdoa, sedangkan kita hanya berdoa di kala susah saja (bukan begitu).
Nah kurang lebih begitulah isi buku ini. Penyajian bukunya singkat padat dan akurat. Dan enaknya bila saat ini kita membeli buku ini di stand Cicero, ada penawaran menariknya lho….

Salam Inspirasi


Irawan Senda