Tampilkan postingan dengan label KESOMBONGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESOMBONGAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2009

SEPENGGAL CERITA TENTANG KESOMBONGAN

Blog Kesuksesan Hidup | Sepenggal Cerita Tentang KesombonganKira-kira sebulan yang lalu saya menerima sebuah email dari seorang sahabat. Di email tersebut, sahabat saya ini melampirkan beberapa cerita singkat namun cukup menarik dan sarat akan pesan-pesan yang dapat dijadikan sebagai bahan Renungan bagi kita, untuk menjadikan pribadi kita lebih baik lagi.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan salah satu cerita, dimana cerita ini sangat erat hubungannya dengan kesombongan.

Sebelum saya lanjutkan, berbicara mengenai kesombongan, sebenarnya pernah juga saya tulis di artikel saya sebelumnya yaitu SOMBONG DAN PUTUS ASA, BERHENTILAH!!!. Jika sahabat berkenan, silahkan dibaca lagi.

Oke, saya lanjutkan kembali...
Cerita sederhana berikut ini, mungkin sudah pernah dibaca oleh sahabat-sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, baik itu melalui email, sama seperti saya, atau dari sumber-sumber lainnya. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa cerita ini merupakan cerita yang cukup menarik dan sarat akan pesan-pesan yang dapat dijadikan sebagai bahan Renungan bagi kita, untuk menjadikan pribadi kita lebih baik, jadi tidaklah mengapa pada kesempatan kali ini saya share-kan lagi.

Berikut ceritanya:



Seorang cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau.
Ia bertanya pada tukang perahu:

Cendikiawan: "Sobat, pernahkah anda mempelajari Matematika ?"
Tukang Perahu: "Tidak"
Cendikiawan: "Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Atau barangkali Anda pernah mempelajari ilmu Filsafat ?"
Tukang Perahu: "Itu juga tidak"
Cendikiawan: "Dua kali sayang, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah ?"
Tukang Perahu: "Juga tidak"
Cendikiawan: "Artinya, seperempat lagi kehidupan Anda hilang"

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi merekapun oleng. Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya:

Tukang Perahu: "Apakah Anda pernah belajar berenang?"
Cendikiawan: "Tidak"
Tukang Perahu: "Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda"



Bersama dengan cerita singkat diatas, ada beberapa pesan yang disampaikan, yaitu:
  1. Kita tidak boleh sombong. Tuhan mengatakan bahwa orang yang tinggi hati akan direndahkan. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan ditinggikan pada waktunya.
  2. Setinggi apapun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan.
  3. Kita tetap membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.

Jadi, kesimpulan untuk artikel saya kali ini, yang saya ambil dari pesan-pesan yang disampaikan bersama dengan cerita di atas, adalah:
Janganlah kita berlaku seperti cendikiawan di dalam cerita diatas yang penuh dengan kesombongan, selalul-lah rendah hati, karena setinggi apapun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan, dan selalu-lah menghargai orang lain, karena kita tetap membutuhkan mereka, seberapa rendah-pun pendidikan orang tersebut

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Sabtu, 02 Mei 2009

SOMBONG DAN PUTUS ASA, BERHENTILAH!!!

Blog Kesuksesan Hidup | Sombong Dan Putus Asa, Berhentilah!!!Kalau anda adalah anggota milist MTSC (Mario Teguh Super Club), mungkin anda sudah pernah membaca tulisan yang menjadi artikel saya kali ini, karena sebenarnya tulisan ini merupakan tulisan kedua saya di milist MTSC.

Adapun judul asli tulisan saya ini adalah "Sepenggal Kalimat Super". Dengan mengalami sedikit penyesuaian, tulisan ini akhirnya saya jadikan salah satu artikel di Blog Kesuksesan Hidup.

Salam Super...
Begitulah kami saling menyapa di club Super ini...

Saya akan langsung pada topik yang akan saya kemukakan kali ini. Begini, saya menjadi berbalik kasihan ketika melihat orang-orang yang masih bersikap sombong atau angkuh...
Ya, saya berbalik kasihan dengan orang-orang ini. Mungkin mereka bersikap sombong atau angkuh, karena... maaf... kalau saya bisa katakan "khusus untuk hal ini, mereka masih terpenjarakan oleh pemahaman yang belum benar". Namun opini ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa saya sudah memiliki pemahaman yang benar, dan lebih benar dari mereka. Sama sekali tidak, tidaklah maksud saya demikian. Di sini, sebenarnya saya hanya ingin berbagi "Sepenggal Kalimat Super" yang tentu saja masih menyangkut apa yang saya ungkapkan diatas tentang kesombongan atau keangkuhan, karena "Sepenggal Kalimat Super" ini menurut saya benar adanya, dan dengannya saya menjadi lebih mengerti dan tercerahkan. Terima kasih Pak Mario.

Teman-teman yang terkasih, mari sama-sama kita simak "Sepenggal Kalimat Super" Pak Mario Teguh, yang kurang lebih seperti ini:
"...Banyak orang yang menjadi angkuh dan banyak pula orang yang menjadi putus asa dalam kehidupan mereka, karena mereka merasa bahwa apa yang mereka alami sekarang ini adalah abadi..."
Bagaimana? Pasti teman-teman sudah memahami opini yang saya ungkapkan sebelumnya mengenai kesombongan dan keangkuhan...

Bagi saya, "Sepenggal Kalimat Super" diatas sangat logis dan tidak mengada-ada. Itulah keadaan sebenarnya yang telah, sedang dan masih akan berjalan dalam kehidupan kita ini. Keadaan bahwa apa yang kita alami sekarang tidaklah abadi adanya. Seringkali kita menemukan orang-orang dengan reaksi yang tidak sepantasnya mereka tunjukkan. Orang-orang yang bersikap sombong atau angkuh, adakah mereka merenungi atau setidaknya bertanya pada dirinya sendiri bagaimana nantinya ketika penyebab kesombongan itu tidak lagi mereka miliki? Tidakkah mereka tahu bahwa keadaan yang mereka alami sekarang ini tidaklah abadi?
Semoga pengertian dan pencerahan dari "Sepenggal Kalimat Super" di atas sesegera mungkin dimiliki mereka yang masih terpenjarakan oleh pemahaman yang belum benar, yang menyebabkan ketidakpantasan sikap mereka.

Dan begitu juga bagi teman-teman yang sangat saya kasihi, yang mungkin saat ini merasa bahwa tekanan hidup ini sangat berat dan mulai merasa putus asa, teman-teman tidak sendirian, karena ketika menulis artikel ini, sebenarnya saya juga dalam keadaan yang sama dengan teman-teman. Untuk itu cobalah kita kembali memahami "Sepenggal Kalimat Super" diatas, dan dengan segera melakukan tindakan nyata untuk memantaskan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan tentunya dengan tetap memohon izin dan pertolongan kepada Dia yang memiliki kehidupan ini, untuk menjadikan semuanya indah pada waktunya.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup