Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Kegagalan tidak seperti yang kita pikirkan

http://brosuriklanonline.blogspot.com/p/target-penghasilan-100-perhari.html

Tidak selamanya yang kita rencanakan terealisasi dengan baik, terkadang ada hal-hal mendasar yang tidak bisa terelakan ketika rancangan tersebut kemudian gagal dan tidak bisa terealisasi dengan baik. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin membuat rancangan kita tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita:

1. Kita tidak menyadari potensi kita sebenarnya....

Memaksakan kehendak ingin menjadi sesuatu yang diinginkan memang baik, karena didalamnya terdapat upaya yang jelas untuk mewujudkannya. Namun ada banyak orang yang selalu gagal dalam bidang yang diinginkannya.
Jangan pernah berpikir kita bisa meraih kesuksesan yang sama seperti orang lain.
Ini adalah hal penting yang harus dipikirkan oleh semua orang, pada dasarnya kita tidak bisa meraih kesuksesan seperti orang lain karena zaman kita dengan orang lain pasti berbeda. Saya masih ingat bagaimana Indro "Warkop" berkata ketika diwawancara bahwa sebenarnya tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi Warkop, kalau bicara Warkop ya, Dono, Kasino dan Indro. Sama halnya dengan kesuksesan, kita tidak bisa menempel kesuksesan orang lain karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan seperti orang lain, kalaupun ada kesamaan dalam jalan hidup, itu semata hanya karena kita terinspirasi dan berusaha mencari tahu kesamaan orang tersebut dengan diri kita.

Jadi buat apa terlalu sibuk memikirkan seperti orang lain, bila kita sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi yang sama dengan orang lain.

2. Terlalu cepat menyerah....

Gagal dalam banyak hal, selama ia tidak pernah berhenti untuk mencapainya, maka gagal itu sebenarnya tidak terjadi. Yang ada hanyalah proses pembelajaran. Ketika saya memilih menulis sebagai jalan hidup, saya kerap kali harus menerima banyak sekali ketidakberuntungan, bahkan saya pernah ditolak 4 kali berturut-turut dalam kurun waktu satu bulan untuk 4 naskah berbeda. Kalau saya berhenti mungkin saya sudah tidak menulis lagi. Dan terbukti pada tahun 2010 saya menulis kembali dan menelurkan enam buku.

Jadi sebenarnya kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah kita menyerah terlalu cepat atau memang kita sedang berproses menuju kesuksesan seperti yang kita inginkan....

3. Ada sesuatu yang lebih baik lagi menanti....

Ketika salah satu karya saya mengalami penundaan yang cukup lama, saya kecewa karena sesuatu yang sudah saya kerjakan dengan maksimal ternyata tidak dihargai oleh pihak penerbit. Saya kemudian merasa diri saya sudah tidak berarti lagi, hingga kemudian terjebak pada pikiran yang mengungkung saya. Padahal setelah bersabar menunggu beberapa waktu, ternyata karya saya mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan pembaca.

Dari sini akhirnya saya belajar, bahwa kegagalan itu pada dasarnya mengajarkan seseorang untuk bersabar lebih, karena ada sebuah kehendak dari-Nya yang akan menjadikan kita jauh lebih baik dari pemikiran kita sebelumnya.

4. Angkuh, hingga tidak sadar kita menjatuhkan diri sendiri....

Angkuh, hal inilah yang membuat seseorang kemudian terjatuh dan terpuruk pada kegagalan. Bisa jadi gagal adalah medium untuk menegur kita dari-Nya. 

Terkadang tanpa sadar kita selalu merasa bisa mengerjakan semuanya dengan baik, hingga akhirnya kita menganggap diri kita lebih dari orang lain. Padahal hal tersebut adalah jalan untuk tidak mendengarkan pendapat orang lain hingga akhirnya kita terjebak dalam sebuah situasi angkuh dan merasa orang lain tidak lebih baik dari diri kita.

Kalau sudah begini jangan heran bila satu persatu orang kemudian meninggalkan kita dan tidak mempercayai diri kita lagi. Hingga kegagalan pun harus diterima dengan rasa pahit. 

Bila begini situasinya mungkin sudah saatnya kita bernafas sejenak memikirkan hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini dan bagaimana kita membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar kita....

5. Terlalu sibuk memikirkan kecurangan orang lain dalam menggapai kesuksesan

Tidak semua orang didunia ini berpikir jernih dan jujur dalam menggapai kesuksesan yang diinginkan, terkadang kita akan menemui orang-orang yang dengan segala upaya membuat dirinya sukses dengan cara culas. Menjatuhkan orang disekitarnya hingga mungkin menjual dirinya. 

Kalau kita terpaku pada cara seperti mereka, maka kita akan hanya terus terpaku pada kesuksesan dengan role model seperti mereka. Ingat point pertama, kita tidak bisa menyamakan jalan kesuksesan kita sama seperti orang lain, karena pada dasarnya kita punya jalan kesuksesan sendiri-sendiri. Jadi sekali lagi buat apa kita mendedikasikan waktu untuk memikirkan kecurangan orang lain, alangkah bijaksananya bila kita sibuk memikirkan karya dan kesuksesan diri kita sendiri. Tidak perlu kita berpikir orang lain banyak yang culas dalam berbisnis, satu hal yang pasti kita bisa menjadi sukses tanpa harus berbuat seperti mereka, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka.

Inilah sedikit renungan yang bisa saya share, senang sekali rasanya bisa menulis kembali di blog ini....

Salam Inspirasi


Senda

============================

Produk-produk CNI telah terkenal sebagai produk-produk bermutu tinggi baik dari segi manfaat maupun kualitasnya. Sebagai bukti komitmen CNI pada kualitas, CNI telah memiliki sistem Jaminan Kepuasan Konsumen (JKK).

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MBAK EVA
BB : 2280C72E 
Telp / Hp : 021-781 6369 / 0816 160 5367 / 0815 2363 9145


  Kunjungi Toko Online kami di : 

Simak Info Kesehatan lainnya di :

 
=====
Anda Punya Usaha, Butuh Pekerjaan, atau Ingin Mempromosikan Usaha Apapun?  Bergabunglah dengan Media Promosi yang ada. Berikut klik Disini, Daftar Media yang dapat anda gunakan. Klik setiap link yang ada. 
Selamat Berpromosi  

Rabu, 28 Oktober 2009

RENUNGAN DAN MOTIVASI: JANGAN KITA LUPAKAN PROSES

Blog Kesuksesan Hidup | Renungan Dan Motivasi: Jangan Kita Lupakan ProsesSahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, dalam keseharian, ketika melihat seseorang dengan tingkat kesuksesan yang melebihi tingkat kesuksesan kita, seringkali kita, sahabat dan saya berkata, "Betapa indahnya hidup orang itu", "Pasti hidupnya bahagia", "Alangkah senangnya jika saya memiliki kesuksesan seperti dia", dan kata-kata lainnya, yang pada dasarnya menggambarkan betapa 'beruntung'-nya seseorang yang memiliki tingkat kesuksesan yang melebihi tingkat kesuksesan kita, dan betapa inginnya kita untuk memiliki kesuksesan seperti kesuksesan orang tersebut.

Sahabat, pernahkan terlintas dipikiran kita bahwa untuk mencapai kesuksesan yang mereka miliki sekarang, ada proses yang harus mereka lewati? Terbayangkah oleh kita apa yang mereka alami selama proses untuk meraih kesuksesan tersebut? Terbayangkah oleh kita seberapa besar pengorbanan atau bahkan penderitaan yang harus mereka alami selama proses tersebut?
Memang terkadang ketika kita melihat kesuksesan seseorang, kita hanya melihat hasil akhir, dan terlupakan atau tanpa terpikir oleh kita proses yang harus dilewati atau proses yang terjadi dalam pencapaian hasil tersebut.

Sebelum saya lanjutkan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena pada kesempatan kali ini saya belum bisa memenuhi janji saya untuk menulis artikel tambahan sebagai bahan Renungan kita tentang kesabaran, seperti yang saya katakan pada artikel saya sebelumnya yaitu Renungan: Arti Dari Kesabaran. Artikel tersebut akan saya tulis pada kesempatan lain. Sekali lagi saya mohon maaf.

Lanjut...

Berbicara mengenai proses, pernah sedikit saya bahas di dua artikel saya sebelumnya, yaitu: Renungan: Arti Dari Kesabaran dan Hukum Sebat Akibat. Jika ada waktu dan berkenan, silahkan sahabat baca lagi kedua artikel tersebut.

Proses, ya proses, banyak faktor yang menentukan tingkat kesuksesan kita, dan menurut saya, salah satu faktor pentingnya adalah proses, yaitu bagaimana kita menjalani proses dalam pencapaian kesuksesan kita, termasuk bagaimana cara kita berpikir, menyimpulkan, mengambil keputusan dan menyikapi setiap hal dan atau kejadian dan juga masalah yang terjadi, serta bagaimana kita memaknai dan mengambil pelajaran dari setiap hal atau kejadian yang kita alami selama proses tersebut.

Saya teringat akan sebuah Kata Bijak yang mengatakan:
"There's no elevator to success, you have to take stairs" (Tidak ada elevator untuk meraih kesuksesan, anda harus melalui tangga-tangga).
Dalam pengertian singkat, arti dari Kata Bijak diatas menurut saya adalah sebagai berikut:
Bahwa kesuksesan tidak dapat kita raih secara cepat, atau dengan kata lain, tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan. Untuk meraih kesuksesan kita harus melewati berbagai tahapan atau proses.

Berikut ini saya berikan sebuah contoh yang akan membuktikan betapa pentingnya sebuah proses.
Misalnya di kantor tempat kita bekerja, ketika kita melihat rekan kita yang memiliki jabatan lebih tinggi dari kita, kita berkata "Seandainya saya memiliki jabatan seperti dia, saya pasti akan menjadi lebih bahagia"
Pertanyaannya: Benarkah demikian? Benarkah kita akan lebih bahagia jika kita memiliki jabatan seperti rekan kita itu?
Seandainya secara tiba-tiba kita diberikan kesempatan untuk memiliki jabatan seperti rekan kita itu, apa yang akan kita lakukan? Mampukah kita melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab dari jabatan tersebut? Berhasilkah kita?
Saya meragukan hal itu...
Begini...
Terlepas dari faktor-faktor lain, keraguan saya ini disebabkan karena ada kemungkinan, dalam menjalani proses, kita berbeda dengan rekan kita itu, dengan kata lain kita tidak memantaskan diri kita terhadap jabatan yang kita ingini melalui proses yang sudah kita lalui, sehingga pada kenyataannya, kita memang belum pantas terhadap jabatan itu.

Ingatlah sahabat...
Bahwa pada proseslah kita akan belajar tentang banyak hal yang akan membesarkan dan menguatkan diri kita, pada proseslah kita akan menentukan apakah kita pantas atau tidak terhadap keinginan yang ingin kita raih.
Kita semua berhak untuk memperoleh apapun yang kita inginkan atau kesuksesan yang ingin kita raih, asalkan kita mau memantaskan diri kita terhadap keinginan/kesuksesan itu, dan semuanya itu akan terlihat pada proses yang kita lalui.

Catatan:
Contoh ini bisa diterapkan di semua kegiatan kita, misalnya kita sebagai pelajar (karir diganti dengan juara kelas atau prestasi lain), kita sebagai mahasiswa (karir diganti dengan Indeks Prestasi atau prestasi lain) dan kegiatan-kegiatan kita lainnya.

Nah sahabatku...
Mari kita jalani proses yang sedang berjalan ini dengan selalu ber-pedoman dan melihat kedepan pada kesuksesan yang ingin kita raih, besarkan dan kuatkan diri kita melalui proses ini, sehingga pada waktunya nanti, pantaslah kita akan kesuksesan yang ingin kita raih.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Senin, 05 Oktober 2009

RENUNGAN: ARTI DARI KESABARAN

Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, sebagaimana kita ketahui bahwa kesabaran merupakan salah satu faktor penting dalam meraih kesuksesan hidup. Bahkan pada tahapan tertentu, kesabaranlah yang menjadi kunci utama kesuksesan hidup kita.

Seperti judul artikel ini, Renungan: Arti Dari Kesabaran, pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak sahabat semua untuk sama-sama memahami dan merenungkan arti dari kesabaran dalam hubungannya dengan pencapaian hasil dalam meraih kesuksesan hidup.

Untuk membantu kita dalam memahami dan merenungkan Arti Dari Kesabaran, berikut ini saya berikan Kata-Kata Bijak dari Pak Mario Teguh:

Setiap tindakan - pasti membutuhkan sepenggal waktu tenggang antara pelaksanaan dan hasilnya. Sikap yang diperlukan untuk berlaku tenang dalam tenggang waktu itu adalah kekuatan yang biasanya kita sebut sebagai kesabaran. Itu sebabnya setiap tindakan membutuhkan kesabaran untuk sampai pada saat di mana hasil itu tercapai.
- Mario Teguh -
Kesabaran adalah kekuatan untuk berlaku tenang dalam penantian. Itu berarti, siapapun yang bisa bersabar, haruslah dia yang mengetahui dengan jelas apa yang sedang ditunggunya. Dan untuk mengetahui apa yang ditunggunya, dia harus melakukan sesuatu dengan rencana untuk mencapai satu atau dua hal tertentu.
- Mario Teguh -

Bagaimana sahabat, apakah sahabat sudah memiliki pemahaman tentang Arti Dari Kesabaran untuk bisa dijadikan sebagai bahan perenungan?

Baiklah...
Ada beberapa hal dari Kata Bijak di atas yang menurut saya perlu kita garis bawahi dalam memahami dan merenungkan Arti Dari Kesabaran, yaitu:

Pertama, kesabaran adalah kekuatan.
Hal ini saya rasa sudah cukup jelas, karena tidak semua orang bisa bersabar, sehingga orang yang bisa bersabar adalah orang yang memiliki kekuatan, yaitu kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana hasil itu tercapai.

Kedua, kesabaran adalah faktor penting, bahkan menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Akan selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil. Karena selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil, maka untuk sampai pada saat dimana hasil itu tercapai, kesabaran menjadi kunci utama. Artinya tanpa kesabaran usaha-usaha yang telah kita lakukan untuk memperoleh hasil akan sia-sia.
Banyak orang yang baik, bahkan sangat baik dalam usaha-usahanya namun gagal dalam meraih hasil, karena mereka tidak memiliki kesabaran.

Ketiga, seseorang bisa disebut bersabar apabila dia sedang menunggu hasil dari apa yang telah dia lakukan dengan rencana untuk mencapai hasil tersebut.
Dengan kata lain (perhatikan ini sahabat), jika seseorang tidak melakukan apa-apa, dan hanya menerima keadaan apa adanya, dia tidak bisa disebut bersabar.
Mengenai hal ini, berikut saya berikan lagi Kata Bijak dari Pak Mario Teguh:

Seseorang yang bisa berlaku tenang dalam karir dan kehidupan yang tanpa rencana - tidak bisa disebut bersabar. Dia hanya terbiasa untuk tidak merasa gelisah dalam pelemahan hidupnya.
Tidak ada-nya kegelisahan pada seseorang yang berkarir dan hidup tanpa rencana - bukanlah sebuah ketenangan, tetapi sebuah tidak-hadir-an. Dia sedang tidak hadir dalam kehidupannya sendiri.
- Mario Teguh -

Kalau kita hubungkan antara kesabaran dengan pencapaian hasil dalam meraih kesuksesan hidup, jelaslah bahwa kesabaran yang kita miliki adalah kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana kesuksesan hidup kita tercapai. Sehingga dengan demikian, jelaslah pula bahwa usaha-usaha yang kita lakukan adalah usaha-usaha yang terencana, dan yang mengarah pada pencapaian kesuksesan hidup tersebut.

Sebenarnya masih ada hal-hal lain tentang kesabaran yang perlu kita pahami dan renungkan, namun akan panjang jika saya bahas sekarang, mungkin akan saya bahas pada artikel saya selanjutnya. Untuk sementara, saya rasa ini dulu yang menjadi bahan perenungan kita tentang Arti Dari Kesabaran.

Nah sahabat-sahabatku, dalam langkah kita meraih kesuksesan hidup, bisakah kita disebut orang yang bersabar?
Artinya, Adakah usaha-usaha yang telah kita lakukan dalam meraih kesuksesan hidup kita? Dan, adakah kekuatan kita untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana kesuksesan hidup kita tercapai?

Bersabarlah sahabatku...
Karena setelah usaha-usaha yang kita lakukan, kesabaranlah yang menjadi kunci utama pintu kesuksesan hidup kita...

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Sabtu, 29 Agustus 2009

HUKUM SEBAB AKIBAT

Blog Kesuksesan Hidup | Hukum Sebab AkibatSahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup bagaimana kabarnya? Masihkah ada semangat yang menyala itu? Saya berharap semoga sahabat semua tetap dalam keadaan baik, dan tetap bersemangat dalam menjalani semua aktivitas.

Artikel saya kali ini akan membahas mengenai Hukum Sebab Akibat dan penerapannya sebagai pedoman bagi kita dalam meraih kesuksesan hidup.

Saya rasa sahabat semua sudah pernah atau bahkan sering mendengar yang namanya hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat ini kurang lebih bermakna segala sesuatu yang terjadi pasti disebabkan oleh suatu hal. Kalau kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita, berarti, apa yang sedang kita alami sekarang, merupakan hasil dari apa yang telah kita lakukan di waktu lampau, begitupun, apa yang sedang kita lakukan sekarang ini, tentu akan mempengaruhi apa yang akan kita alami dimasa yang akan datang.

Hukum sebab akibat memang kelihatannya merupakan hukum alam yang sangat sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya itu, tahukah sahabat semua, jika kita 'melanggar' hukum sebab akibat, kita akan merasakan kepahitan dan kekecewaan yang luar biasa? Yang saya maksud dengan melanggar dalam hal in adalah mengabaikan atau tidak mempedulikan.

Hukum sebab akibat sebenarnya bisa kita jadikan sebagai pedoman, dalam kita melangkah meraih kesuksesan hidup kita masing-masing. Sederhananya begini, jika kita menginginkan sebuah kesuksesan, mulailah berhitung berapa banyak tindakan atau langkah yang kita ambil setiap hari yang mengarah pada pencapaian kesuksesan tersebut, karena jelas, berdasarkan hukum sebab akibat, ini akan sangat mempengaruhi cepat lambatnya atau besar kecilnya kesuksesan yang akan kita raih.

Namun dalam memahami hukum sebab akibat sebagai pedoman kita dalam meraih kesuksesan hidup, perlulah kiranya kita sadari bahwa ada selang waktu antara sebab dan akibat, selang waktu ini biasanya di sebut sebagai proses. Kita terkadang lupa akan adanya proses ini atau terkadang kita tidak bersabar untuk melewati proses ini, sehingga ketika masalah datang mencoba menghalangi langkah kita, motivasi kita untuk meraih kesuksesan hidup menjadi berkurang, kita kemudian merasa khawatir atau bahkan putus asa. Kita tidak sadar bahwa sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi itu, merupakan bagian dari proses dalam meraih kesuksesan hidup.

Ingat dan renungkanlah sahabat, bahwa untuk meraih kesuksesan hidup tidaklah semudah ketika kita membicarakannya, di situ akan ada perjuangan, pengorbanan, kepahitan, kesedihan, tetesan air mata... Namun sahabat juga harus memiliki harapan baik bahwa kesuksesan hidup bukanlah hal yang mustahil untuk diraih asalkan kita memantaskan diri kita untuk itu.
Dan percayalah, ketika kesuksesan hidup sudah kita raih, 'luka-luka' yang pernah kita alami selama proses untuk mencapai kesuksesan hidup itu akan hilang. Bahkan 'luka-luka' dan proses itu akan menjadi kenangan manis, yang mungkin akan membuat kita tersenyum ketika kita mengingatnya, dan yang juga akan menyempurnakan kebahagiaan dari kesuksesan hidup yang sudah dalam genggaman.

Jadi sahabatku...
Berfokuslah, arahkan tindakan, langkah dan energi kita pada kesuksesan hidup yang ingin kita raih, jangan pernah takut dengan proses yang akan kita jalani, hadapilah setiap masalah, berlakulah seperti seorang prajurit yang gagah berani yang siap maju ke medan pertempuran, dan ketika kita terjatuh, katakan pada diri kita "sahabatku ini adalah hal yang biasa".
Satu hal lagi, janganlah pernah kita melupakan Tuhan dalam setiap usaha kita, berdoalah, mintalah petunjuk dan persetujuan Dia Yang Maha Mengetahui.

Ketika kita sudah membentuk 'sebab' seperti diatas, tentulah sudah dapat kita perkirakan 'akibat' apa yang akan kita terima nantinya, dengan kata lain, kita sudah dapat memperkirakan kesuksesan hidup seperti apa yang akan kita raih.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.

Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Rabu, 12 Agustus 2009

DEFINISI EFEKTIVITAS: KISAH SANG ANGSA DAN TELUR EMAS

Blog Kesuksesan Hidup | Definisi Efektivitas: Kisah Sang Angsa Dan Telur EmasSeperti artikel sebelumnya, artikel kali ini yang berjudul Definisi Efektivitas: Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas juga saya tulis berdasarkan sebuah buku hebat yaitu The Seven Habits Of Highly Effective People.

Sebelum saya melanjutkan, saya berharap semoga artikel ini menjumpai sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mengayun langkah melewati setapak demi setapak perjalanan, dalam meraih kesuksesan hidup yang selama ini dicitacitakan.

Pada saat melihat judul artikel ini, mungkin sahabat semua bertanya, apa hubungannya Definisi Efektivitas dengan Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas? Judul ini memang saya pilih berdasarkan kesimpulan saya setelah membaca buku The Seven Habits Of Highly Effective People mengenai Definisi Efektivitas, dimana dalam buku tersebut, kisah ini diangkat untuk mempermudah para pembaca dalam mengerti sebuah prinsip -- Definisi Dasar Efektivitas.

Berikut ini Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas:



Fabel ini berkisah tentang seorang petani miskin yang pada suatu hari menemukan sebutir telur emas yang berkilau disarang angsa peliharaannya. Pada mulanya ia berpikir ini pasti semacam tipuan. Tetapi, ketika ia akan membuangnya, ia berpikir-pikir lagi dan membawanya pulang untuk memeriksanya. Telur itu ternyata emas murni! Si petani tidak dapat percaya akan keberuntungannya. Ia semakin menjadi tidak percaya ketika pada hari berikutnya pengalaman tersebut berulang kembali. Hari demi hari, ia bangun dan bergegas menuju sarang dan menemukan satu lagi telur emas. Ia menjadi sangat kaya. semua ini kelihatannya seperti sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.

Namun sewaktu ia bertambah kaya timbul pula sifat tamak dan tidak sabar. Tidak sabar menunggu hari demi hari untuk mendapatkan telur emas tersebut, akhirnya si petani memutuskan untuk membunuh sang angsa dan meraup semua telur emas itu sekaligus. Tetapi, ketika ia membuka perut angsa tersebut, ternyata kosong. Tidak ada telur emas, dan sekarang tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas lagi. Si petani telah menghancurkan angsa yang menghasilkan telur-telur emas tersebut.



Dalam fabel di atas terlihat suatu hukum alam, suatu prinsip -- Definisi Dasar dari Efektivitas. Banyak orang melihat efektifitas pada paradigma telur emas, dimana semakin banyak kita menghasilkan, semakin banyak kita bekerja, semakin efektif kita jadinya.

Namun fabel di atas memperlihatkan bahwa efektivitas yang sebenarnya adalah suatu fungsi dari dua hal: apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur emas) dan aset yang menghasilkan atau kapasitas produksi (angsa).

Jika kita menggunakan pola kehidupan yang berfokus pada telur emas dan mengabaikan angsanya, kita segera akan kehilangan aset yang menghasilkan telur emas. Sebaliknya, jika kita hanya mengurus angsanya tanpa memperhatikan telur emasnya, kita tidak akan memiliki persediaan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan kita.

Efektivitas terletak dalam keseimbangan -- apa yang disebut Keseimbangan P/KP. Dimana P = Produksi hasil yang diinginkan, yaitu telur emas, dan KP = Kemampuan Produksi, kemampuan atau aset untuk menghasilkan telur emas.

Untuk lebih mudah memahami Definisi Efektivitas, saya akan berikan contoh-contoh yang sangat sederhana, yang mudah-mudahan dapat kita jadikan sebagai bahan Renungan untuk mengukur tingkat efektivitas kita.

Contoh pertama:
Kita sebagai seorang karyawan: Karena sangat termotivasi untuk mengejar karir, terkadang kita menjadi lupa untuk menjaga kesehatan kita.
Dalam hal ini: P = Karir, dan KP = Diri kita sendiri dalam hubungannya dengan kesehatan.
Tingkat persaingan di lingkungan kerja, pekerjaan yang hampir deadline, complaint dari klien, semuanya memaksa kita untuk bekerja lebih keras lagi, sehingga perlahan kesehatan kitapun terabaikan. Kalau hal ini terus dibiarkan, jelas kinerja dan produktivitas kitapun akan menurun, dan sangat masuk akal ketika pada akhirnya nanti kita bahkan akan kehilangan peluang karir itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus bekerja keras untuk mengejar karir, namun kita juga jangan mengabaikan aset yang sangat berharga, yang dalam hal ini adalah kesehatan kita.

Contoh kedua:
Pada aset fisik misalnya kendaraan, atau khusus untuk sahabat blogger, misalnya komputer yang sudah bagaikan 'jantung' bagi aktivitas seorang blogger.
Dalam hal ini: P = Tujuan dan keuntungan dari penggunaan aset fisik, dan KP = Aset fisik itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus mengoptimalkan penggunaan aset fisik yang kita miliki untuk mencapai tujuan dan keinginan kita, namun kita juga harus melakukan pemeliharaan yang baik dan benar terhadap aset fisik tersebut.

Nah sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, perhatikan keseimbangan P/KP (Efektivitas) sahabat semua, apapun itu, dan jadilah efektif, sehingga dengannya, saya memiliki harapan baik, 'telur emas itu akan kita peroleh setiap hari' dalam perjalanan kita meraih kesuksesan hidup.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Senin, 13 Juli 2009

SEPENGGAL CERITA TENTANG KESOMBONGAN

Blog Kesuksesan Hidup | Sepenggal Cerita Tentang KesombonganKira-kira sebulan yang lalu saya menerima sebuah email dari seorang sahabat. Di email tersebut, sahabat saya ini melampirkan beberapa cerita singkat namun cukup menarik dan sarat akan pesan-pesan yang dapat dijadikan sebagai bahan Renungan bagi kita, untuk menjadikan pribadi kita lebih baik lagi.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan salah satu cerita, dimana cerita ini sangat erat hubungannya dengan kesombongan.

Sebelum saya lanjutkan, berbicara mengenai kesombongan, sebenarnya pernah juga saya tulis di artikel saya sebelumnya yaitu SOMBONG DAN PUTUS ASA, BERHENTILAH!!!. Jika sahabat berkenan, silahkan dibaca lagi.

Oke, saya lanjutkan kembali...
Cerita sederhana berikut ini, mungkin sudah pernah dibaca oleh sahabat-sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, baik itu melalui email, sama seperti saya, atau dari sumber-sumber lainnya. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa cerita ini merupakan cerita yang cukup menarik dan sarat akan pesan-pesan yang dapat dijadikan sebagai bahan Renungan bagi kita, untuk menjadikan pribadi kita lebih baik, jadi tidaklah mengapa pada kesempatan kali ini saya share-kan lagi.

Berikut ceritanya:



Seorang cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau.
Ia bertanya pada tukang perahu:

Cendikiawan: "Sobat, pernahkah anda mempelajari Matematika ?"
Tukang Perahu: "Tidak"
Cendikiawan: "Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Atau barangkali Anda pernah mempelajari ilmu Filsafat ?"
Tukang Perahu: "Itu juga tidak"
Cendikiawan: "Dua kali sayang, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah ?"
Tukang Perahu: "Juga tidak"
Cendikiawan: "Artinya, seperempat lagi kehidupan Anda hilang"

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi merekapun oleng. Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya:

Tukang Perahu: "Apakah Anda pernah belajar berenang?"
Cendikiawan: "Tidak"
Tukang Perahu: "Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda"



Bersama dengan cerita singkat diatas, ada beberapa pesan yang disampaikan, yaitu:
  1. Kita tidak boleh sombong. Tuhan mengatakan bahwa orang yang tinggi hati akan direndahkan. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan ditinggikan pada waktunya.
  2. Setinggi apapun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan.
  3. Kita tetap membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.

Jadi, kesimpulan untuk artikel saya kali ini, yang saya ambil dari pesan-pesan yang disampaikan bersama dengan cerita di atas, adalah:
Janganlah kita berlaku seperti cendikiawan di dalam cerita diatas yang penuh dengan kesombongan, selalul-lah rendah hati, karena setinggi apapun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan, dan selalu-lah menghargai orang lain, karena kita tetap membutuhkan mereka, seberapa rendah-pun pendidikan orang tersebut

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Selasa, 02 Juni 2009

YAKIN = MENGABAIKAN ?

Blog Kesuksesan Hidup | Yakin = Mengabaikan ?Heran melihat judul artikel saya kali ini? Artikel ini saya buat setelah saya menyaksikan program Pak Mario Teguh melalui salah satu stasiun TV swasta.
Pada kesempatan itu, diantara berbagai Renungan, Motivator dan Kata-Kata Bijak yang biasanya Beliau bagikan, ada ungkapan Beliau yang menurut saya sangat menarik, dan yang kemudian mengajak saya untuk berpikir.

Ungkapan Beliau tersebut kurang lebih seperti ini:
"Jangan biasakan mengucapkan kata saya yakin, lebih baik kalau kita menggantinya dengan ucapan, saya memiliki harapan baik".

Kenapa demikian?

Menurut Beliau, kalau kita berkata 'saya yakin', sebenarnya kita sudah mengabaikan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam sebuah proses pencapaian sebuah keberhasilan.
Sedangkan kalau kita berkata, 'saya memiliki harapan baik' sebenarnya ucapan itu sudah merupakan sebuah doa yang kita panjatkan.

Benar-benar hebat ya Pak Mario... Sebelumnya saya tidak pernah mendengar ataupun membaca ungkapan seperti ini.
Tapi, memang benar, saya setuju dengan ungkapan tersebut. Bagaimana dengan anda?

Baiklah, saya akan menjelaskan alasan kenapa saya setuju dengan ungkapan Pak Mario Teguh tersebut.
Menurut pendapat saya, sekali lagi ini hanya menurut pendapat saya, kalau anda ingin mendengar pendapat atau penjelasan lebih lanjut dari Pak Mario mengenai ungkapan Beliau tersebut, silahkan tanya sendiri...hihihi...

Lanjut...
Menurut pendapat saya begini:
Biasanya kalau kita sudah yakin akan sesuatu, memang seringkali secara tidak sadar kita telah mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menghalangi atau bahkan menggagalkan apa yang telah kita yakini tersebut. Atau, kalaupun kita sadar bahwa akan ada sesuatu yang menghalangi dan bahkan menggagalkan rencana dan tindakan kita, biasanya kita lebih memilih untuk mengabaikan pikiran-pikiran itu, atau meskipun kita memikirkannya, kita tidak akan bisa atau tidak akan mampu berhitung dengan cermat.

Jika ada pertanyaan:
Bukankah keyakinan itu dapat membangkitkan semangat dan energi yang luar biasa sehingga dapat memacu kita untuk menyegerakan tindakan kita dalam pencapaian keberhasilan?

Jawabannya adalah:
Ya memang benar, tapi hati-hati, justru seringkali semangat dan energi yang luar biasa itulah yang 'memaksa' kita untuk mengabaikan pikiran-pikiran, yang sebenarnya ada untuk mengingatkan kita tentang berbagai kemungkinan yang mungkin saja terjadi, dan yang jelas pikiran-pikiran tersebut sangat berguna untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan langkah kita dalam pencapaian sebuah keberhasilan.

Jika ada pertanyaan lagi:
Bukankah dengan adanya semangat dan energi luar biasa yang ditimbulkan oleh keyakinan, membuat kita mampu menghadapi segala kemungkinan buruk yang dapat menghalangi dan bahkan menggagalkan rencana dan tindakan kita?

Itu mungkin saja benar, tapi coba simak dan jawab pertanyaan berikut ini:
Apa yang akan kita lakukan ketika kemungkinan buruk itu sudah benar-benar ada didepan mata dan siap menggagalkan rencana dan tindakan kita?

Oke, kita akan menyelesaikan semua kemungkinan buruk yang sudah benar-benar ada didepan mata dan siap menggagalkan rencana dan tindakan kita tersebut.
Tapi... Bagaimana caranya?
Maksud saya, efektifkah tindakan kita tersebut?
Bukankah sebelumnya kita tidak terlalu memperhitungkan kemungkinan buruk itu, karena kita sudah yakin bahwa kita akan berhasil?

Baiklah... Jadi, kemungkinan besar kita akan menyelesaikan semua kemungkinan buruk itu dengan cara 'sebisanya' atau 'ala kadarnya'.
Ya, dengan cara 'sebisanya' atau 'ala kadarnya'... Kira-kira apa yang akan terjadi?
Apakah kita dapat meraih keberhasilan seperti yang kita harapankan? Puaskah kita dengan pencapaian itu?.... Maaf, dengan sangat menyesal saya mengatakan TIDAK!!!.....

Jadi kesimpulan untuk artikel saya kali ini adalah:
Yakin terhadap keberhasilan suatu hal memang merupakan sikap yang sangat positif, seperti manfaat yang telah saya uraikan diatas, bahwa keyakinan bisa membangkitkan semangat dan energi yang luar biasa. Namun yang perlu kita lakukan untuk menyikapi hadirnya keyakinan adalah, dengan sebaik mungkin mengendalikan efek dari keyakinan itu, jangan sampai semangat dan energi yang luar biasa yang hadir karena adanya keyakinan akan keberhasilan suatu hal, 'memaksa' kita untuk mengenyampingkan akal pikiran dan logika kita dalam menghitung kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi dalam perjalanan kita meraih keberhasilan.

Satu hal lagi:
Mengenai ungkapan Pak Mario Teguh tentang ucapan: 'saya memiliki harapan baik', biarlah ucapan itu benar-benar menjadi doa yang kita panjatkan ditengah-tengah usaha dan tindakan terbaik di setiap langkah perjalanan kita, dalam mencapai keberhasilan-keberhasilan untuk mewujudkan kesuksesan hidup.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Selasa, 19 Mei 2009

HOW FULL IS YOUR BUCKET ?

Blog Kesuksesan Hidup | How Full Is Your Bucket ?Buku "How Full Is Your Bucket ?" merupakan salah satu buku koleksi saya, karangan TOM RATH dan DONALDO O. CLIFTON, Ph.D. yang diterbitkan oleh PT. Transmedia.
Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah, ketika saya memenangkan quiz di salah satu stasiun radio swasta.

Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, pada artikel kali ini, saya akan mencoba menceritakan kembali sebagian isi dari buku "How Full Is Your Bucket ?" dan juga sedikit pengalaman saya dengan buku hebat ini.

Keseluruhan isi dari buku ini didasarkan pada sebuah teori yaitu Teori Ciduk Dan Ember.

Dalam teori ini masing-masing dari kita diibaratkan memiliki ember yang tak tampak. Ember tersebut secara terus menerus dikosongkan dan diisi kembali, tergantung dari perkataan dan perbuatan orang lain terhadap kita. Ketika ember kita penuh, kita akan merasa sangat baik. Sebaliknnya ketika ember kita kosong, kita akan merasa buruk.

Selain memiliki ember, masing-masing dari kita juga memiliki sebuah ciduk yang tak tampak. Ketika kita menggunakan ciduk itu untuk mengisi ember orang lain melalui perkataan dan perbuatan kita yang dapat menambah emosi positif orang tersebut, sebenarnya kita juga sudah mengisi ember kita sendiri. Namun, ketika kita menggunakan ciduk tersebut untuk mengambil dari ember orang lain melalui perkataan dan perbuatan kita yang dapat mengurangi energi positif orang tersebut, sebenarnya kita juga telah mengurangi isi ember milik kita sendiri.

Menurut saya, buku ini merupakan sebuah buku hebat yang membahas hal-hal yang benar-benar sangat bersentuhan dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, setelah saya membaca buku ini, ada semacam 'aturan' baru bagi saya dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dimanapun saya berada.

Saya punya sedikit pengalaman yang masih ada hubungannya dengan buku ini.
Begini:
Saya pernah menceritakan isi buku ini kepada seorang sahabat, kemudian, beberapa kali kami mendiskusikannya, sampai kami benar-benar paham tentang apa maksud dan pesan yang coba disampaikan melalui buku ini.
Pada suatu hari, ketika saya secara tidak sengaja menyakitinya, sahabat saya ini mengirimkan saya sms, yang benar-benar membuat saya tersadar dan mengerti kenapa perasaan saya belakangan ini terasa gelisah.... dan sms inilah jawaban dari semuanya. Sebuah sms singkat yang bunyinya "Vicky sahabatku, tidakkah kau juga merasa sakit ketika kau ciduk emberku?". Saat itu juga saya langsung tersadar... Saya mengerti dan menemukan jawaban dari semua kegelisahan saya, bahwa kegelisahan itu ada karena saya telah menciduk ember sahabat saya dan dengan demikian sayapun telah menciduk ember saya sendiri.

Benar-benar merupakan sebuah pengalaman sederhana namun sangat 'revolusioner' dalam diri saya.

Yang terjadi kemudian pada saya dan sahabat saya ini hanyalah rasa yang ingin selalu menjaga perbuatan dan perkataan kami satu sama lain.

Karena...

Ketika sahabat saya merasa sakit akibat perbuatan dan perkataan saya, sayapun akan merasakan hal yang sama. Begitupun kalau sahabat saya menyakiti saya, sahabat sayapun akan merasakan sakit yang sama seperti yang saya rasakan.

Demikian pula...

Ketika sahabat saya bahagia karena perbuatan dan perkataan saya kepadanya, sayapun akan merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan sahabat saya. Dan ketika sahabat saya melakukan perbuatan dan mengeluarkan perkataan yang membahagiakan saya, kebahagiaan yang sama juga akan dirasakan sahabat saya ini.

Bayangkan jika ini terjadi pada setiap hubungan manusia dengan sesamanya... mungkin tidak ada yang namanya perang, penjajahan, kekerasan, penindasan dan hal-hal lain, yang dilakukan manusia yang dapat menyakiti sesamanya.... Sungguh indah ya...

Begitulah...
Setelah saya membaca dan merenungi isi buku ini, ada satu pelajaran yang sangat luar biasa dan berharga yang saya dapatkan, yaitu:

Bahwa segala sesuatu yang dirasakan oleh orang lain melalui perbuatan dan perkataan kita, sebenarnya seperti itu jugalah yang akan kita rasakan.

Inilah yang saya sebut sebelumnya sebagai 'aturan' baru bagi saya dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dimanapun saya berada.

Jadi sahabatku, berbuat dan berkatalah dengan baik terhadap sesamamu. Karena kebaikan yang samalah yang akan engkau dapatkan.

How Full Is Your Bucket Today ?

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Sabtu, 02 Mei 2009

SOMBONG DAN PUTUS ASA, BERHENTILAH!!!

Blog Kesuksesan Hidup | Sombong Dan Putus Asa, Berhentilah!!!Kalau anda adalah anggota milist MTSC (Mario Teguh Super Club), mungkin anda sudah pernah membaca tulisan yang menjadi artikel saya kali ini, karena sebenarnya tulisan ini merupakan tulisan kedua saya di milist MTSC.

Adapun judul asli tulisan saya ini adalah "Sepenggal Kalimat Super". Dengan mengalami sedikit penyesuaian, tulisan ini akhirnya saya jadikan salah satu artikel di Blog Kesuksesan Hidup.

Salam Super...
Begitulah kami saling menyapa di club Super ini...

Saya akan langsung pada topik yang akan saya kemukakan kali ini. Begini, saya menjadi berbalik kasihan ketika melihat orang-orang yang masih bersikap sombong atau angkuh...
Ya, saya berbalik kasihan dengan orang-orang ini. Mungkin mereka bersikap sombong atau angkuh, karena... maaf... kalau saya bisa katakan "khusus untuk hal ini, mereka masih terpenjarakan oleh pemahaman yang belum benar". Namun opini ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa saya sudah memiliki pemahaman yang benar, dan lebih benar dari mereka. Sama sekali tidak, tidaklah maksud saya demikian. Di sini, sebenarnya saya hanya ingin berbagi "Sepenggal Kalimat Super" yang tentu saja masih menyangkut apa yang saya ungkapkan diatas tentang kesombongan atau keangkuhan, karena "Sepenggal Kalimat Super" ini menurut saya benar adanya, dan dengannya saya menjadi lebih mengerti dan tercerahkan. Terima kasih Pak Mario.

Teman-teman yang terkasih, mari sama-sama kita simak "Sepenggal Kalimat Super" Pak Mario Teguh, yang kurang lebih seperti ini:
"...Banyak orang yang menjadi angkuh dan banyak pula orang yang menjadi putus asa dalam kehidupan mereka, karena mereka merasa bahwa apa yang mereka alami sekarang ini adalah abadi..."
Bagaimana? Pasti teman-teman sudah memahami opini yang saya ungkapkan sebelumnya mengenai kesombongan dan keangkuhan...

Bagi saya, "Sepenggal Kalimat Super" diatas sangat logis dan tidak mengada-ada. Itulah keadaan sebenarnya yang telah, sedang dan masih akan berjalan dalam kehidupan kita ini. Keadaan bahwa apa yang kita alami sekarang tidaklah abadi adanya. Seringkali kita menemukan orang-orang dengan reaksi yang tidak sepantasnya mereka tunjukkan. Orang-orang yang bersikap sombong atau angkuh, adakah mereka merenungi atau setidaknya bertanya pada dirinya sendiri bagaimana nantinya ketika penyebab kesombongan itu tidak lagi mereka miliki? Tidakkah mereka tahu bahwa keadaan yang mereka alami sekarang ini tidaklah abadi?
Semoga pengertian dan pencerahan dari "Sepenggal Kalimat Super" di atas sesegera mungkin dimiliki mereka yang masih terpenjarakan oleh pemahaman yang belum benar, yang menyebabkan ketidakpantasan sikap mereka.

Dan begitu juga bagi teman-teman yang sangat saya kasihi, yang mungkin saat ini merasa bahwa tekanan hidup ini sangat berat dan mulai merasa putus asa, teman-teman tidak sendirian, karena ketika menulis artikel ini, sebenarnya saya juga dalam keadaan yang sama dengan teman-teman. Untuk itu cobalah kita kembali memahami "Sepenggal Kalimat Super" diatas, dan dengan segera melakukan tindakan nyata untuk memantaskan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan tentunya dengan tetap memohon izin dan pertolongan kepada Dia yang memiliki kehidupan ini, untuk menjadikan semuanya indah pada waktunya.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Kamis, 30 April 2009

KEKHAWATIRAN, ENGKAU TERLALU BERLEBIHAN

Blog Kesuksesan Hidup | Kekhawatiran, Engkau Terlalu BerlebihanSeringkali kita gagal dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sedang kita hadapi, karena ada kekhawatiran yang berlebihan dalam diri kita, bahwa kita tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga dalam usaha-usaha yang kita lakukan, kita tidak dapat menggunakan seluruh kekuatan kita, dan pada akhirnya hanya kegagalan, kekecewaan dan rasa tidak percaya diri yang kita dapatkan.

Pernahkah anda membaca atau mendengar Kata Bijak berikut:
Apa yang terletak di belakang kita dan apa yang terletak di depan kita adalah masalah yang kecil dibandingkan apa yang terletak di dalam diri kita.
- Morrow -

Mungkin kita tidak berpikiran sebijak itu, mungkin kita tidak berpikir bahwa sebenarnya masalah terbesar justru terletak di dalam diri kita.

Ketika masalah-masalah itu datang, kita beranggapan bahwa masalah-masalah yang sedang kita hadapi itu sama halnya dengan sebuah tembok tinggi, besar dan sangat tebal. Kemudian kita bertanya pada diri kita sendiri, "Mampukah aku melewatinya?", dan jawabannya "Pasti aku tidak akan mampu melewati tembok itu. Tidak ada jalan lain bagiku selain mundur..."

Bayangkan ketika kita ingin melewati tembok itu, kita diminta untuk memukul tembok yang tinggi, besar dan tebal tersebut... Apakah kita akan menggunakan seluruh kekuatan kita untuk memukul tembok itu? Atau, apakah kita akan memukul tembok itu dengan sangat keras? Saya rasa tidak... Pasti kita tidak akan mau, karena kita takut akan mengalami rasa sakit yang luar biasa. Sekali lagi, tidak ada jalan lain selain mundur...

Tapi tunggu dulu, sebelum mundur, coba pikirkan ini...

Benarkah demikian? Benarkah masalah-masalah yang sedang kita hadapi tersebut, sekuat dan sekokoh tembok yang tinggi, besar dan tebal itu? Bisakah kita memastikannya?

Atau begini...

Bisakah kita memastikan bahwa permasalahan yang kita hadapi itu tidak bisa kita selesaikan? Dengan kata lain, bisakah kita memastikan apa yang akan terjadi pada hari esok, setelah permasalahan ini berlalu?
Tidak bisa bukan?
Kalau tidak bisa, kenapa kita khawatir? Kenapa kita tidak mencoba menggunakan seluruh kekuatan kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sedang kita hadapi?
Bukankah semua masih kemungkinan? Kalau semuanya masih kemungkinan, bukankah ada kemungkinan kita juga akan berhasil mengatasi permasalahan kita tersebut?

Memang yang dapat menilai besar kecilnya atau sukar mudahnya sebuah masalah yang sedang dihadapi adalah diri kita sendiri, namun yang mau saya tekankan disini adalah:
"Gunakanlah seluruh kekuatan kita, gunakan semua pikiran dan tenaga yang kita miliki, dan jangan cepat berputus asa, karena semua yang ada didepan kita termasuk masa depan kita, semuanya hanya kemungkinan, dan belum pasti"
Kalaupun nantinya kita belum berhasil menyelesaikan berbagai permasalahan yang kita hadapi dengan baik dan sesuai dengan harapan kita, percayalah bahwa pada saat hal itu terjadi, sebenarnya pada saat itu juga kita sudah menjadi semakin kuat, dan akan begitu seterusnya...
"Bahwa ketika kita mencoba menyelesaikan setiap masalah dengan seluruh kekuatan kita, bagaimanapun akhirnya, kita akan menjadi semakin kuat"

Satu hal lagi:
Jangan lupa libatkan Tuhan dalam setiap langkah dan usaha kita, karena Dialah yang akan membuat semuanya indah pada waktunya...
Hanya ada satu jalan untuk menuju kebahagiaan dan itu adalah meninggalkan kekuatiran tentang hal yang diluar kekuasaaan kita.
- Epictetus -


Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat semua.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup